Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 24 Oktober memperingati apa?
Tanggal 24 Oktober 2026 jatuh pada hari Sabtu. Di hari ini terdapat Hari Dokter Nasional yang diperingati di Indonesia.
Selain itu ada sejumlah momen yang diperingati secara global, di antaranya Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Hari Informasi Pembangunan Sedunia.
Lebih lengkapnya, di bawah ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 24 Oktober 2026, lengkap dengan ulasannya. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.
Hari Dokter Nasional
Tanggal 24 Oktober diperingari sebagai Hari Dokter Indonesia. Hari peringatan ini memiliki akar sejarah yang erat dengan berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 1950.
Melansir Instagram @ikatandokterindonesia, dokter R Soeharto atas nama sendiri dan atas nama pengurus lainnya yakni dr Sarwono Prawirohardjo, dr Pirngadi, dr Puw Eng Liang, dr Tan Eng Tie, Letkol dr Azis Saleh, dan dr HadrianusSinaga, menghadap notaris R Kadiman pada 24 Oktober 1950. Mereka menghadap untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama Ikatan Dokter Indonesia.
Sahnya IDI sebagai badan hukum perkumpulan dikukuhkan dengan dimuatnya Anggaran Dasar pada Berita Negara Rl nomor 9 tahun 1951 sebagai tambahan Berita Negara tanggal 13 Februari 1951 nomor 13. Sejak saat itu tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai ulang tahun IDI.
Kemudian pada Muktamar IDI XXII di Ujung Pandang pada 22-27 Oktober 1994, pendirian peringatan Hari Dokter Nasional setiap tanggal 24 Oktober disuarakan. Melalui peringatan Hari Dokter Nasional menjadi bukti bahwa profesi dokter adalah profesi mulia sekaligus menjadi momentum bagi para dokter untuk senantiasa menjaga tradisi luhur kedokteran.
Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa
Tanggal 24 Oktober juga diperingati sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara global. Hari ini menandai peringatan berlakunya Piagam PBB pada tahun 1945.
Melansir laman resmi PBB, Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi berdiri pada 24 Oktober 1945, setelah Piagam PBB diratifikasi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan dan mayoritas negara penandatangan lainnya.
PBB menyebut tidak ada organisasi global lain yang memiliki legitimasi, kekuatan untuk mempertemukan berbagai pihak, dan dampak normatif seperti organisasinya. PBB juga menilai keberadaannya memberikan harapan bagi banyak orang untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.
Hari PBB yang diperingati setiap tahun menjadi kesempatan untuk memperkuat agenda bersama serta menegaskan kembali tujuan dan prinsip Piagam PBB yang telah menjadi pedoman selama lebih dari 80 tahun.
Hari Informasi Pembangunan Sedunia
Hari Informasi Pembangunan Sedunia merupakan salah satu hari internasional yang ditetapkan oleh PBB. Diperingati setiap tanggal 24 Oktober, hari ini didirikan dengan latar belakang kesadaran bahwa bagian penting dari upaya pembangunan adalah mobilisasi opini publik, baik di negara berkembang maupun negara maju, untuk mendukung tujuan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Melansir laman resminya, Hari Informasi Pembangunan Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1972. Majelis Umum menetapkan Hari Informasi Pembangunan Dunia untuk menarik perhatian dunia pada masalah pembangunan dan kebutuhan untuk memperkuat kerja sama internasional untuk menyelesaikannya sebagaimana yang tertuang dalam resolusi XXVII.
Tanggal 24 Oktober dipilih kareta bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta juga merupakan tanggal diadopsinya Strategi Pembangunan Internasional untuk Dekade Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa Kedua pada tahun 1970.
Majelis menilai bahwa peningkatan penyebaran informasi dan mobilisasi opini publik, khususnya di kalangan kaum muda, akan mengarah pada peningkatan kesadaran akan masalah-masalah pembangunan, sehingga mendorong upaya di bidang kerja sama internasional untuk pembangunan.
Pekan Perlucutan Senjata
Tanggal 24 Oktober juga menandari dimulainya Pekan Perlucutan Senjata. Peringatan sepekan setiap tahun ini juga ditetapkan secara resmi oleh PBB.
Pekan Perlucutan Senjata diperingati untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu perlucutan senjata dan pentingnya isu-isu tersebut di berbagai sektor.
Peringatan ini pertama kali diserukan dalam Dokumen Akhir sesi khusus Majelis Umum tahun 1978 tentang perlucutan senjata yang tertuang dalam resolusi S-10/2. Pada tahun 1995, Majelis Umum mengundang pemerintah, serta LSM, untuk terus mengambil bagian aktif dalam Pekan Perlucutan Senjata sebagaimana diatur dalam resolusi 50/72 B, 12 Desember 1995.
Pekan Perlucutan Senjata dimulai bertepatan dengan peringatan didirikannya PBB, kemudian berlangsung hingga sepekan atau hingga 30 Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik di kalangan masyarakat tentang isu-isu perlucutan senjata.
Sepanjang sejarah, berbagai negara telah berupaya melakukan pelucutan senjata untuk membangun dunia yang lebih aman dan terlindungi, serta untuk melindungi masyarakat dari bahaya. Sejak berdirinya PBB, pelucutan senjata dan pengendalian senjata telah memainkan peran penting dalam mencegah dan mengakhiri krisis dan konflik bersenjata. Ketegangan dan bahaya yang meningkat lebih baik diselesaikan melalui dialog dan negosiasi politik yang serius-bukan dengan menambah persenjataan.
Langkah-langkah perlucutan senjata dilakukan karena berbagai alasan, termasuk untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan, melindungi warga sipil, mendorong pembangunan berkelanjutan, menumbuhkan kepercayaan antar negara, serta mencegah dan mengakhiri konflik bersenjata. Perlucutan senjata dan langkah-langkah pengendalian senjata membantu memastikan keamanan internasional dan keamanan manusia di abad ke-21 dan oleh karena itu harus menjadi bagian integral dari sistem keamanan kolektif yang kredibel dan efektif.
PBB terus mengapresiasi upaya dan keterlibatan berbagai pihak yang berkontribusi pada masa depan bersama yang lebih aman dan damai melalui upaya perlucutan senjata, pengendalian senjata, dan non-proliferasi.
Pekan Literasi Media dan Informasi Global
Peringatan Pekan Literasi Media dan Informasi Global juga dimulai tanggal 24 Oktober. Pekan peringatan ini juga ditetapkan oleh PBB.
Melansir laman resminya, pada tahun 2021, Majelis Umum PBB memutuskan untuk memperingati Pekan Literasi Media dan Informasi lantaran perlunya penyebaran informasi yang faktual, tepat waktu, tepat sasaran, jelas, mudah diakses, multibahasa, dan berbasis sains. Di dalam Resolusi diakui bahwa kesenjangan digital dan ketidaksetaraan data yang substansial yang ada di antara berbagai negara dan di dalamnya, dapat diatasi sebagian dengan meningkatkan kompetensi masyarakat untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi di ranah digital.
Dalam ekosistem pesan dan makna yang kompleks dan terkadang kontradiktif saat ini, sulit untuk membayangkan kebaikan publik dapat tercapai jika publik tidak berdaya dalam menghadapi peluang dan ancaman. Setiap individu perlu dibekali dengan kompetensi literasi media dan informasi untuk memahami taruhannya, serta untuk berkontribusi dan memperoleh manfaat dari peluang informasi dan komunikasi.
Pekan Literasi Media dan Informasi Global yang diperingati setiap tahun merupakan kesempatan penting bagi para pemangku kepentingan untuk meninjau dan merayakan kemajuan yang telah dicapai menuju "Literasi Media dan Informasi untuk Semua".
Tahun ini, PBB mengusung tema peringatan Pekan Literasi Media dan Informasi Global yakni "We All Play a Part-Media and Information Literacy for the People" yang artinya "Kita Semua Berperan-Literasi Media dan Informasi untuk Masyarakat". Kampanye ini menyoroti kekuatan individu dan komunitas untuk membuat keputusan yang tepat, berpikir kritis, dan berpartisipasi secara bermakna dalam lanskap informasi yang semakin kompleks.
Simak Video "Memperingati Hari Dokter Nasional - Celebrating Resilience and Healing Hands"
(alk/alk)