Dua ton sampah kiriman dilaporkan membanjiri areal persawahan warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga tersebut terbawa arus air melalui saluran irigasi hingga mencemari lahan pertanian warga.
"Perkiraan volume sampah sekitar dua ton," kata Ketua Unit Pengelola Irigasi, Fadly Adriansyah kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Sampah mulai membanjiri sawah warga di Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, sejak Kamis (22/10). Warga bersama petugas terkait kemudian bergotong royong membersihkan sampah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sampah kiriman yang terbawa air di dalam saluran irigasi. Proses pembersihan masih dilakukan warga bersama juru dan penjaga pintu air," ungkapnya.
Menurut Andy, sampah itu berasal dari wilayah Wonomulyo dan sekitarnya. Sampah yang berada dalam saluran irigasi itu terbawa air hingga sejauh 10 kilometer.
"Sampah dari wilayah Wonomulyo dan daerah sekitar. Dibuang warga ke dalam saluran kemudian terbawa air diperkirakan sejauh sepuluh kilometer," terangnya.
Andy menyebut sebagian besar sampah yang membanjiri sawah warga berupa limbah rumah tangga, plastik, hingga styrofoam. Sampah tersebut tersebar di lahan pertanian sehingga menyulitkan aktivitas pembersihan dan berpotensi mengganggu kegiatan petani.
"Sebagian besar sampah rumah tangga, plastik, styrofoam bekas makanan, dan berbagai jenis sampah lain," bebernya.
Rencananya, sampah yang telah terkumpul akan dibakar. Sebab, kendaraan pengangkut sampah sulit menjangkau lokasi sampah terkumpul karena berada di tengah sawah.
"Jadi kami berharap kepada semua masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke dalam saluran irigasi. Kasihan petani kalau sawahnya selalu dibanjiri sampah," pungkasnya.
