Pinrang Dikepung Asap Karhutla Kalimantan hingga Udara Memburuk

Pinrang Dikepung Asap Karhutla Kalimantan hingga Udara Memburuk

Muhclis Abduh - detikSulsel
Rabu, 14 Okt 2026 13:52 WIB
Kabut asap mengepung Pinrang hingga memicu kualitas udara memburuk.
Foto: Kabut asap mengepung Pinrang hingga memicu kualitas udara memburuk. (dok. Istimewa)
Pinrang -

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Kalimantan mulai terasa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Situasi tersebut mengakibatkan kualitas udara di Pinrang dilaporkan memburuk dan berstatus sangat tidak sehat.

"Kepulan asap atau sebaran asap itu sudah memengaruhi wilayah Kabupaten Pinrang dengan kondisi eh PM bulatan kita itu 2,5, itu berarti sudah dalam kondisi yang sangat tidak sehat," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Pinrang Rhommy RM Manule kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Kondisi tersebut berdasarkan pemantauan melalui aplikasi IQAir dan data BMKG. Rhommy melanjutkan, penurunan kualitas udara sebagian besar didominasi asap karhutla dari Kalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan pengamatan Pusdalops Kabupaten Pinrang, memang sudah terjadi dampak asap kabut atau smoke and haze di wilayah udara Kabupaten Pinrang," tegasnya.

"Untuk saat ini berdasarkan data yang masuk, kalau boleh kami persentase sekitar 60-70 persen itu asapnya dibawa dari Kalimantan," ungkap Rhommy.

ADVERTISEMENT

Sementara sisanya berasal dari asap karhutla di sejumlah wilayah Sulsel. BPBD Pinrang turut menerima informasi adanya titik api atau titik panas (hotspot) akibat karhutla di Kabupaten Bone, Wajo, dan Luwu.

"Rupanya juga ada titik api yang ada di wilayah Bone, di wilayah Wajo, dan wilayah Luwu terkait dengan kebakaran hutan lahan yang sudah cukup masif juga di wilayah masing-masing," terangnya.

Karhutla di Pinrang juga menjadi perhatian. Berdasarkan data unit pemadam kebakaran (Damkar) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sawitto, luas lahan yang terbakar di daerah tersebut telah mencapai lebih dari 430 hektare.

"Kami hitung berdasarkan data dari unit damkar dan unit KPH Sawito bahwa ada kurang lebih sekitar 430 lebih hektar yang sudah terjadi kebakaran hutan lahan," papar Rhommy.

Menurut Rhommy, potensi kabut asap di Pinrang sebenarnya sudah dimulai sejak 7-9 Oktober yang ditandai tampilan matahari saat terbit dan terbenam yang mulai tampak berkabut. Kondisi tersebut semakin terasa pada 10-12 Oktober, seiring meningkatnya jumlah titik panas di Pinrang dan sejumlah wilayah Sulsel.

"Sebenarnya kalau dari segi potensi asap per tanggal 7, 8, 9, 10 Oktober itu sudah ada kami peringatan dini. Hanya memang kami tidak mau menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat, nanti akan menimbulkan kepanikan," jelasnya.

BPBD Pinrang terus melakukan langkah kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap dampak asap. Warga diharapkan mengikuti imbauan pemerintah untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami mengharapkan dan himbauan kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Pinrang sesuai dengan arahan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid bahwa yang kita tekankan sekarang adalah menjaga keselamatan masyarakat, terutama dari sesak napas yang terjadi, potensinya bisa saja terjadi di dalam beberapa hari ke depan," imbuhnya.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads