Kisah Sahabat Nabi yang Tidak Pernah Salat tapi Masuk Surga, Apa Amalannya?

Kisah Sahabat Nabi yang Tidak Pernah Salat tapi Masuk Surga, Apa Amalannya?

Tim detikHikmah - detikSulsel
Minggu, 11 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi sahabat nabi
Ilustrasi. Foto: Gemini/AI
Jakarta -

Ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah salat tetapi dijamin masuk surga. Sosok sahabat itu bernama Amr bin Tsabit bin Waqsy atau Al Ushairim.

Dilansir dari detikHikmah, Al Ushairim memutuskan masuk Islam menjelang Perang Uhud dan gugur dalam pertempuran tersebut. Kisah Al Ushairim tercatat dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri yang diterjemahkan oleh Kathur Suhardi.

Sebelum memeluk Islam, Al Ushairim beberapa kali mendapat ajakan dari para sahabat Nabi Muhammad SAW tetapi ia selalu menolaknya. Kisah Al Ushairim memeluk Islam bermula ketika suatu hari ia bersama sahabatnya datang untuk menemui Sa'ad bin Muadz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu juga Rasulullah SAW dan pasukan muslim sedang bersiap untuk menghadapi Perang Uhud. Ushairim kemudian bertanya,

"Di manakah Sa'ad bin Mu'adz?"

ADVERTISEMENT

Mereka menjawab, "Di Uhud."

Ushairim bertanya lagi, "Di manakah anak-anak saudaranya?"

Mereka menjawab, "Di Uhud."

Ushairim kembali bertanya tentang keberadaan kaumnya, mereka juga menjawab, "Di Uhud."

Menjelang Perang Uhud, tiba-tiba Ushairim mendapat hidayah dari Allah SWT. Ia merasa perlu memeluk Islam, karenanya Ushairim bergegas menyusul Nabi Muhammad SAW. Ia menunggangi kudanya untuk bergabung dengan pasukan muslim yang tengah bersiap menghadapi peperangan.

Ketika melihat kedatangannya, sejumlah prajurit muslim memintanya untuk pergi dengan berkata, "Tinggalkanlah kami wahai Amr!" Namun, Al Ushairim menegaskan bahwa dirinya telah beriman dengan membalas, "Aku sudah beriman." Ia kemudian mengikuti perang dengan penuh jiwa dan raganya sampai terluka parah, dan tak seorang pun dari pasukan muslim mengetahui nasibnya kala itu.

Setelah perang berakhir, keluarga besar Bani Abdul Asyhal mencari para korban dan menemukan Al Ushairim dalam kondisi terluka berat dengan tombak kecil yang masih menancap. Mereka terkejut karena sebelumnya ia dikenal sebagai orang yang menolak ajakan untuk memeluk Islam.

"Demi Allah, ini pasti Ushairim. Saat kami meninggalkannya, dia masih menolak perintah kami (untuk masuk Islam)," ujar mereka.

"Apa yang membuatmu seperti ini? Apakah karena engkau merasa kasihan pada kaummu ataukah karena kecintaan pada Islam?" kata mereka bertanya.

Saat ditanya alasan ikut berperang, Al Ushairim menjelaskan bahwa tindakannya didasari kecintaannya terhadap Islam setelah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Ushairim lantas menjawab, "Karena suka pada Islam. Setelah menyatakan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, aku kemudian ikut berperang bersama Rasulullah SAW hingga aku mendapat musibah yang kalian lihat saat ini."

Tak lama kemudian, Al Ushairim meninggal dunia. Keluarga besar bani Abdul Asyhal menyampaikan kabar tersebut kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda:

"Ia termasuk penghuni surga," Lalu dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengatakan, "Ia sedikit berbuat, akan tetapi diberi balasan." (HR Bukhari)

Abu Hurairah RA berkata, "Tetapi ia sama sekali belum pernah salat sampai akhirnya mati syahid. Jika ada orang yang tidak mengenalnya, maka mereka pasti bertanya tentangnya. Dia adalah Ushairim bin Abd Al Asyhal."

Wallahu a'lam.



(urw/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads