Renungan Harian Katolik Minggu 11 Oktober 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 11 Oktober 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 11 Okt 2026 06:30 WIB
Umat Katolik mengikuti Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ilsutrasi renungan harian Katolik (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu cara bagi umat untuk mendalami firman Tuhan dan menemukan pesan iman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci, umat diajak untuk merefleksikan kasih Allah, memperkuat pengharapan, serta menjalani kehidupan dengan hati yang penuh syukur.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, umat Katolik dapat mengikuti renungan harian dengan membaca dan memahami sabda Tuhan yang diperdengarkan dalam liturgi. Bacaan Kitab Suci dan Mazmur menjadi bagian penting untuk membantu umat merenungkan karya Allah serta memahami pesan rohani yang terkandung di dalamnya.

Bagi detikers yang ingin mengikuti renungan hari ini, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur, dan renungan Harian Katolik Minggu, 11 Oktober 2026, yang dapat menjadi bahan refleksi pribadi maupun bersama keluarga. Semoga firman Tuhan menjadi pedoman dalam melangkah dan menguatkan iman dalam menjalani kehidupan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 11 Oktober 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Yes 25:6-10a

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.

Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"

Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran.

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6

Mazmur Tanggapan Minggu 11 Oktober 2026Mazmur Tanggapan Minggu 11 Oktober 2026 Foto: dok. Lagu Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  1. Tuhanlah gembalaku aku takkan berkekurangan.
    Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
    Ia membimbing aku ke air yang tenang,
    dan menyegarkan daku.
  2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus,
    demi nama-Nya yang kudus.
    Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,
    aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
    Tongkat gembalaan-Mu itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku
    di hadapan segala lawanku.
    Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,
    pialaku penuh berlimpah.
  4. Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku seumur hidupku.
    Aku akan berdiam di dalam rumah Tuhan
    sepanjang masa.

Bacaan II: Flp 4:12-14,19-20

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu 11 Oktober 2026Bait Pengantar Injil Minggu 11 Oktober 2026 Foto: Dok. Lagu Misa

Ayat (oleh solis):

Bapa Tuhan kita Yesus Kristus kiranta menerangi mata hatimu
agar kamu mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan kita.

Bacaan Injil: Mat 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:

"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.

Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Atau

Mat. 22:1-10 (Singkat)

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:

"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Renungan Hari Ini 11 Oktober 2026: Menemukan Kristus di Titik Terendah Hidup

"Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Flp.4:13)

Hari ini Santo Paulus mengingatkan kita bahwa di tengah dunia yang saat ini tidak selalu baik-baik saja, kita memiliki Allah yang penuh kuasa, yang menjamin kehidupan kita dan tidak pernah meninggalkan kita jatuh sendirian.

Melalui suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berkata, "Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Flp. 4:13).

Surat ini tidak ditulis Paulus dari podium kemenangan, melainkan dari penjara Romawi yang dingin. Saat itu, kondisi hidupnya sangat terbatas, penuh penderitaan, bahkan terancam hukuman mati.

Namun, Paulus berkata bahwa baik kekurangan maupun kelimpahan tidak lagi menjadi rahasia baginya. Ia percaya, Allah akan memenuhi segala keperluannya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Dalam buku yang berjudul Man's Search for Meaning, Psikiater Viktor E. Frankl mengungkap pengalamannya selama di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz. Frankl mengamati bahwa para tawanan yang berhasil bertahan hidup melewati siksaan kejam dan kelaparan hebat bukanlah yang punya fisik kuat, melainkan yang menyimpan harapan dan alasan untuk terus hidup.

Frankl berkata, segala sesuatu bisa dirampas dari manusia kecuali satu hal, yaitu kebebasan untuk memilih sikap dalam menghadapi suatu keadaan. Ia juga mengutip filsuf terkenal Friedrich Nietzsche, "Ia yang memiliki alasan 'mengapa' untuk hidup, akan mampu menanggung hampir semua 'bagaimana" dalam hidupnya.

Frankl memilih berpegang pada harapannya, bahwa suatu hari ia dapat bertemu kembali dengan istrinya lagi. Paulus memilih berpegang pada Kristus.

Ia tidak mengizinkan segala penderitaan menghancurkan dirinya, namun dengan penuh iman menyatakan bahwa kekuatannya hanya berasal Yesus. Saat ini, kita mungkin tidak berada dalam penjara berjeruji besi di kota Roma ataupun kamp konsentrasi di Auschwitz.

'Penjara' kita mungkin berupa problem finansial, vonis dokter, depresi, atau relasi keluarga yang retak. Alih-alih mengerahkan kekuatan sendiri, Paulus memberi teladan untuk datang kepada Kristus dan menyerahkan segala keterbatasan kita kepada-Nya.

Ketika Kristus menjadi pusat hidup, bahkan titik terendah pun dapat menjadi tempat bagi kita untuk mengalami kekuatan dan penyertaan-Nya.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Irene J. Meiske Widi

Doa

Allah Bapa Yang Maha Baik, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Di tengah keterbatasan yang kami alami, ajarilah kami untuk mau meletakkan segala persoalan di kaki salib Putra-Mu, Yesus. Ketika kami lelah dan rapuh, berikanlah kekuatan baru.

Biarlah Roh Kudus-Mu yang membimbing kami dalam setiap langkah perjalanan hidup ini. Dimuliakanlah nama-Mu, Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 11 Oktober 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads