Sketsaloka di Makassar Pamerkan 42 Karya dari 19 Sketser

Sketsaloka di Makassar Pamerkan 42 Karya dari 19 Sketser

Tim detiksulsel - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 18:46 WIB
Sketsaloka di Makassar pamerkan 42 karya dari 19 Sketser. Dokumen Istimewa
Foto: Sketsaloka di Makassar pamerkan 42
Makassar -

Indonesia Sketcher Makassar menggelar Sketsaloka, pameran sketsa bertema 'Ngopi Roong' di Warkop Phoenam, Makassar. Sebanyak 42 karya dari 19 sketser dipamerkan dalam kegiatan perdana tersebut.

Pameran Sketsaloka dibuka pada Sabtu (3/10) pukul 10.00 Wita dan berlangsung hingga 10 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri puluhan seniman dan pegiat seni dari Makassar dan sekitarnya.

Sebanyak 42 karya yang dipamerkan merupakan hasil kurasi dari sekitar 70 karya yang masuk. Persiapan pameran telah dilakukan sejak Juni 2026 dengan Donald Saluling, anggota Indonesia Sketcher Pusat dan lulusan Seni Rupa dan Desain Grafis Portland State University, sebagai kurator.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sketsaloka menjadi ruang bagi anggota Indonesia Sketcher Makassar untuk memamerkan karya sekaligus menuangkan sudut pandang mereka tentang kehidupan kota. Sketsa tidak hanya dipandang sebagai dasar seni rupa, tetapi juga sebagai karya yang dapat merekam kehidupan dan berbagai peristiwa di perkotaan.

Tema 'Ngopi Roong' dipilih karena kopi dinilai telah menjadi bagian dari kehidupan, gaya hidup, dan kebudayaan masyarakat. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan suasana warung kopi sebagai ruang sosial tempat masyarakat berinteraksi.

ADVERTISEMENT

Pemilihan Warkop Phoenam sebagai lokasi pameran juga memiliki alasan tersendiri. Sketsaloka menjadi kegiatan pertama Indonesia Sketcher Makassar yang digelar di tempat tersebut, sementara pemilik Phoenam, Koh Deddy, diketahui memiliki kegemaran menggambar dan membuat sketsa.

Pembina Indonesia Sketcher Makassar, Zainal Beta, mengapresiasi perkembangan komunitas sketsa di Makassar. Seniman yang dikenal sebagai salah satu pelukis legendaris Makassar itu mengaku bangga melihat perkembangan komunitas seni, khususnya sketsa, di kota tersebut.

"Saya bangga, Indonesia Sketcher Makassar yang awalnya hanya beberapa orang kini sudah menjadi komunitas dengan lebih 300 anggota," kata Zainal.

Dia berharap perkembangan komunitas tersebut dapat mendorong seni lukis, khususnya sketsa, semakin berkembang di Makassar dan Sulawesi Selatan.

Koordinator Indonesia Sketcher Makassar, Shanti Yani Rahman, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan Sketsaloka. Dia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan format yang lebih menarik.

"Semoga ke depan dapat digelar kegiatan sejenis dengan format yang lebih menarik," ujarnya.

Selain pameran, Sketsaloka juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti sketsa bersama yang terbuka untuk masyarakat dan artist talk. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku bertema kopi karya penulis Makassar Rusdin Tompo serta rencana penerbitan buku yang memuat karya-karya sketsa yang dipamerkan.

Indonesia Sketcher Makassar menargetkan Sketsaloka tidak berhenti sebagai pameran perdana. Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan sketsa dan seni rupa di Makassar maupun Indonesia.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads