Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri penyaluran bantuan pangan beras periode Oktober-Desember 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Zulhas didampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan Zulhas di kawasan Tugu Religi Eks MTQ Kendari, Selasa (6/10/2026). Zulhas menyampaikan, bantuan ini akan diberikan kepada warga yang terdaftar dalam desil 1 sampai 4 untuk periode Oktober hingga Desember.
"Untuk Oktober, November dan Desember, masyarakat penerima bantuan akan mendapatkan total 30 kilogram beras atau 10 kilogram setiap bulan. Ini untuk desil 1 sampai desil 4," kata Zulhas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan penyaluran bantuan beras untuk periode Oktober, November, Desember akan dimulai dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan bantuan tersebut sudah dibagikan dalam sekitar dua pekan ke depan.
"Dua minggu lagi beras sudah dibagi. Ini memang harus dipercepat karena sekarang sudah masuk musim kemarau," jelasnya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan beras kepada warga di Kendari. Foto: (Irwan/detikSulsel) |
Selain bantuan gratis, kata dia, pemerintah juga menyiapkan beras subsidi melalui Perum Bulog dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Pemerintah akan memperbanyak pasar murah untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.
"Pasar murah juga akan lebih sering dilakukan. Kita ingin harga pangan pokok tetap terjaga dan masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Dalam kunjungannya di Kendari, Zulhas juga menyoroti pengembangan sektor perikanan di Sultra. Menurutnya, pemerintah akan memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat nelayan.
"Perintah Bapak Presiden ke depan fokus pada sektor nelayan. Kita harus membangun sektor perikanan besar-besaran," ungkapnya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan beras kepada warga di Kendari. Foto: (Irwan/detikSulsel) |
Pemerintah juga menyiapkan program pembangunan 5.000 kampung nelayan. Selain itu, setiap desa diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.
"Ke depan ada 5.000 kampung nelayan yang akan menjadi perhatian. Kemudian setiap desa diarahkan menjadi desa mandiri pangan dan mandiri secara ekonomi," katanya.
Dia mengatakan penguatan ekonomi desa akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
"Semua harus terlibat dalam koperasi daerah. Kemandirian ekonomi desa dan kecamatan harus kita bangun bersama," pungkasnya.


