Karhutla Karst Pangkep Capai Zona Inti TN Babul, 26 Hektare Hangus

Karhutla Karst Pangkep Capai Zona Inti TN Babul, 26 Hektare Hangus

Muhammad Subhan - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 18:20 WIB
Karhutla TN Babul di Pangkep meluas capai 26 hektare.
Foto: Karhutla TN Babul di Pangkep meluas capai 26 hektare. (Muhammad Subhan/DetikSulsel)
Pangkep -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area karst Gunung Lesang yang masuk kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), lima hari belum padam. Sebanyak 26 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar dan telah merembet dari zona rimba hingga ke zona inti TN Babul.

"Sampai tadi siang kita mengidentifikasi hampir 26 hektare yang terbakar. Ini meluas dari hari pertama yang sekitar 10 sampai 15 hektare," kata Kepala Balai TN Babul, Abdul Rajab kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Kebakaran diketahui telah menyebar hingga kawasan karst di kampung Matojeng hingga Kampung Sabila, Kelurahan Minasatene. Perluasan area kebakaran dipicu oleh tiupan angin kencang di lokasi serta sulitnya memadamkan titik api di puncak tebing karst.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena penanganan kebakaran di puncak dan celah karst tidak dimungkinkan, titik api menyebar karena angin sangat kencang. Bahkan batu yang ikut jatuh (dari puncak karst) memicu titik api baru di sekitar permukiman warga, yang jaraknya jauh dari titik awal," terangnya.

Pergerakan api yang cepat melintasi tebing-tebing batu membuat beberapa zona konservasi di TN Babul kini ikut terdampak. Rajab memastikan sebaran api hingga saat ini masih terisolasi di kawasan Kecamatan Minasatene dan belum meluas ke kecamatan lain.

ADVERTISEMENT

"Yang terbakar ini sudah melintasi beberapa zona taman nasional, dari zona rimba sampai zona inti sudah ada yang terbakar karena api menyeberang dari titik awal. Kebakaran hanya di Kecamatan Minasatene," ungkap Rajab.

Dalam penanganan hari kelima ini, sebanyak 30 personel Manggala Agni diturunkan penuh dengan dukungan tim Seksi Wilayah 1 dan Seksi Wilayah 2 Balai TN Babul serta instansi gabungan. Namun, medan tebing karst yang sangat terjal membatasi ruang gerak petugas.

"Karakteristik kebakarannya menyebar di celah-celah karst. Sangat tidak dimungkinkan personel menjangkau ke celah tersebut. Kalau harus memanjat, kami mengutamakan keselamatan teman-teman," tuturnya.

"Peralatan yang digunakan masih menggunakan mesin dan selang yang bisa dijangkau. Sementara untuk lokasi yang jauh, kita efektif menggunakan jet shooter untuk menjangkau lokasi di tebing karst," tambah Rajab.

Balai TN Babul memfokuskan strategi pemadaman pada perlindungan kawasan pemukiman warga di kaki tebing. Hal ini mengingat risiko pemadaman langsung di puncak karst sangat tinggi.

"Pada briefing terakhir, kami tekankan supaya fokus pada perlindungan area di sekitar permukiman masyarakat. Kami juga meminta masyarakat sekitar ikut mendukung pemadaman, karena kalau tidak tertangani bisa sampai ke pemukiman," tegasnya.

Pihak Balai TN Babul juga telah berkoordinasi untuk menambah kekuatan armada dan personel gabungan dari Daops Manggala Agni daerah lain guna mempercepat pemadaman. Dia berharap api bisa segera padam.

"Kalau estimasi waktu selesai kami belum bisa prediksi, sangat bergantung pada kondisi angin dan mudah-mudahan ada hujan dalam waktu dekat," imbuh Rajab.

Diketahui, titik api awalnya terlihat di Gunung Lesang, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Rabu (30/9). Pemicu kebakaran belum diketahui pasti.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads