Papua Pegunungan

Polemik Honor Nakes Mandek 5 Bulan Berujung RSUD Nduga Ditutup

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 07:39 WIB
Foto: RSUD Elvrida Sara, tutup sementara akibat gaji nakes menunggak 5 bulan. (dok. istimewa)
Nduga -

Tenaga kesehatan (nakes) dan staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Elvrida Sara Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, sudah lima bulan belum menerima gaji dan uang lembur. Polemik honor tersebut berujung pelayanan rumah sakit daerah tersebut ditutup sementara.

Pelayanan RSUD Elvrida Sara di Kampung Kenyam, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, lumpuh sejak Sabtu (3/10/2026) pagi. Direktur RSUD Elvrida Sara, Dr dr Nataniel Imanuel Hadi mengatakan gaji dan uang lembur nakes belum dibayar periode Mei hingga September 2026.

"Iya benar (penutupan pelayanan) adanya persoalan pembayaran honor dan uang lembur yang menjadi aspirasi tenaga kesehatan serta staf rumah sakit," kata Nataniel Imanuel Hadi, kepada wartawan, Sabtu (3/10).

Nataniel mengatakan pembayaran gaji dan uang lembur nakes mandek karena dana otsus yang menjadi salah satu sumber pembiayaan honor belum diterima. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), termasuk dengan Kabid Perbendaharaan pada Jumat (2/10).

"Dari koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa dana (otsus) tersebut belum masuk sehingga pembayaran honor staf RSUD belum dapat direalisasikan. Anggaran lembur belum tersedia dalam DPA Induk RSUD Tahun Anggaran 2026," bebernya.

Dia menuturkan manajemen telah mengupayakan agar kebutuhan anggaran lembur dimasukkan dalam DPA Perubahan Tahun Anggaran 2026 sesuai mekanisme penganggaran daerah. Dia pun menegaskan bahwa uang lembur belum dibayarkan bukan karena pihak rumah sakit mengabaikan hak nakes dan staf.

"Jadi, persoalan uang lembur bukan karena manajemen RSUD mengabaikan hak tenaga kesehatan dan staf, tetapi karena ketersediaan dan mekanisme penganggarannya memang harus terlebih dahulu diselesaikan melalui proses penganggaran daerah," ungkapnya.

Selain persoalan pembayaran honor, RSUD Elvrida Sara saat ini juga menghadapi keterbatasan dokter. Lima dokter RSUD baru saja diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari investasi jangka panjang Pemkab untuk membangun pelayanan kesehatan dan ketersediaan dokter spesialis.

"RSUD masih menunggu dokter pengganti untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan," ujarnya.

Gaji Dokter Rp 35 Juta Per Bulan

Terkait tuntutan kenaikan honor, manajemen RSUD menyerahkannya kepada Pemkab Nduga dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku. Honor dokter umum saat ini mencapai Rp 35 juta per bulan.

"Honor dokter umum saat ini mencapai Rp 35 juta per bulan, sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di Nduga," bebernya.

Manajemen rumah tetap membuka ruang dialog dengan tenaga kesehatan dan staf untuk mencari penyelesaian atas persoalan pembayaran honor, uang lembur, maupun aspirasi peningkatan kesejahteraan. Nataniel mengatakan keselamatan pasien serta keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat Nduga sebagai prioritas.

"Kami menyadari bahwa masyarakat sangat membutuhkan pelayanan RSUD Elvrida Sara. Karena itu, kami memohon pengertian seluruh masyarakat Kabupaten Nduga atas kondisi yang sedang dihadapi dan kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga untuk mendapatkan solusi terbaik," pungkasnya.



Simak Video "Video Baku Tembak Iringi Evakuasi 2 Jasad Korban Kekejian OPM di Yahukimo"

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork