Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Elvrida Sara Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, tutup sementara gegara gaji tenaga kesehatan (nakes) dan staf menunggak lima bulan. Gaji nakes dan staf rumah sakit belum dibayar periode Mei hingga September 2026.
"Iya benar (penutupan pelayanan) adanya persoalan pembayaran honor dan uang lembur yang menjadi aspirasi tenaga kesehatan serta staf rumah sakit. Keterlambatan pembayaran honor periode Mei hingga September 2026," kata Direktur RSUD Elvrida Sara, Dr dr Nataniel Imanuel Hadi, kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Pelayanan RSUD Elvrida Sara di Kampung Kenyam, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, ditutup sementara mulai hari ini, Sabtu (3/10). Keterlambatan pembayaran gaji karena Dana Otsus yang menjadi salah satu sumber pembiayaan honor belum turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen RSUD telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Pemkab memastikan akan langsung membayar gaji nakes dan staf rumah sakit begitu dana Otsus diterima.
"Anggaran lembur belum tersedia dalam DPA Induk RSUD Tahun Anggaran 2026. Manajemen telah mengupayakan agar kebutuhan anggaran lembur dimasukkan dalam DPA Perubahan Tahun Anggaran 2026 sesuai mekanisme penganggaran daerah," ungkapnya.
Nataniel menegaskan persoalan uang lembur bukan karena manajemen rumah sakit mengabaikan hak tenaga kesehatan dan staf. Namun ketersediaan dan mekanisme penganggarannya memang harus terlebih dahulu diselesaikan melalui proses penganggaran daerah.
"Selain persoalan pembayaran honor, RSUD Elvrida Sara saat ini juga menghadapi keterbatasan dokter. Lima dokter RSUD baru saja diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis," jelasnya.
Manajemen RSUD tetap membuka ruang dialog dengan tenaga kesehatan dan staf untuk mencari penyelesaian atas persoalan pembayaran honor, uang lembur, maupun aspirasi peningkatan kesejahteraan. Nataniel sedang mengupayakan agar pelayanan RSUD Elvrida Sara dapat kembali dibuka.
"Kami sedang mengupayakan agar pelayanan segera dibuka kembali, aspirasi dari teman-teman sudah disampaikan, kami berharap minggu depan semua honor dapat dibayarkan," katanya.
Dia menyadari masyarakat sangat membutuhkan pelayanan di rumah sakit. Karena itu, pihaknya memohon pengertian seluruh masyarakat atas kondisi yang sedang dihadapi.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga untuk mendapatkan solusi terbaik," pungkasnya.
