Menjalani kehidupan dengan iman berarti belajar melihat setiap peristiwa bukan hanya dari apa yang tampak di depan mata. Dalam setiap keadaan, umat diajak untuk percaya bahwa Tuhan senantiasa hadir dan menyertai perjalanan hidup.
Renungan Harian Katolik Sabtu, 3 Oktober 2026, mengajak umat untuk melihat secara imani berbagai pengalaman yang terjadi dalam kehidupan. Melalui renungan ini, umat dapat mengambil waktu sejenak untuk memahami kehendak Tuhan dan memperkuat kepercayaan kepada-Nya.
Berikut Renungan Harian Katolik Sabtu, 3 Oktober 2026 yang dapat menjadi bahan refleksi dan permenungan sebelum memulai aktivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk, simak selengkapnya!
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 3 Oktober 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Ayb 42:1-3.5-6.12-16
Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
Mzm 119:66.71.75.91.125.130
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.
Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Bacaan Injil: Luk 10:17-24
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Renungan Hari Ini 3 Oktober 2026: Melihat Secara Imani
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat." (Luk. 10:23)
Ada hal Ilahi yang bisa dilihat oleh para murid. Hanya saja, mata melihat ini bukan melihat dengan cara pandang insani biasa tapi melihat secara imani.
Orang yang sudah dibaptis juga memiliki karunia melihat secara imani itu. Contohnya, orang Katolik saat memandang Hosti yang sudah dikonsekrasi, ia melihat Tuhan.
'Mata' yang dikatakan Tuhan Yesus berbahagia, bukanlah sekedar melihat situasi dunia. Tetapi itu anugerah yang menumbuhkan syukur karena sadar besarnya kasih Tuhan yang dinyatakan kepadanya.
Saya pernah ziarah jalan kaki sendiri dari Yogya ke Sendangsono. Dari Yogya sore hari tanpa bekal apa pun.
Saya niatkan begitu dalam doa ziarah dengan sedikit 'nekat'. Sampai Sendangsono sudah malam.
Ada dua orang muda memberikan air putih panas yang manis, pelepas dahaga di malam hari. Saya lihat mereka berdoa di depan Goa Maria. Sesudah haus terobati, saya pergi berdoa di depan Goa Maria.
Di tengah doa dengan mata terpejam, saya ingat dua orang muda tadi untuk berterima kasih. Tapi saya tidak menemukan mereka. Muncul pertanyaan dalam hati "Apa tadi itu saya masuk pada ilusi (rasa khayal) saat didera kehausan?" Atau kenyataannya memang dua orang muda itu sudah pergi saat mata terpejam dalam doa.
Saya yakin pengalaman itu nyata. Lalu batin saya mencoba melihatnya secara imani, bahwa kejadian ini sepertinya ada kasih keibuan Bunda Maria dengan perantaraan dua orang muda itu.
Anugerah mampu melihat secara imani pada murid-Nya, membuat Tuhan bergembira. Tuhan mengajari murid-Nya agar bergembira karena bisa melihat dan menghayati kebenaran imani yang bagi mata dunia dianggap kecil dan bodoh.
Tuhan Yesus mengatakan bahwa mampu melihat-Nya secara imani sekaligus juga melihat-Nya dengan mata insani adalah hal yang diinginkan oleh para raja dan nabi.
Orang Katolik bisa membuat Tuhan bergembira jika mereka melihat kasih-Nya secara imani pada segala peristiwa dalam pengalaman kesehariannya. Betapa besarnya anugerah Kristus yang telah dinyatakan kepada kita.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Marcellus Nur Basah
Doa
Bapa yang penuh kasih, syukur atas seberapa pun berkat bagi kebutuhan insani kami. Kami mohon agar dengan rahmat-Mu, kami semakin bisa melihat kasih-Mu secara imani dalam kebenaran Kristus. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Sabtu, 3 Oktober 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!
