Dosen Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Emi Prasetyawati Umar, melakukan penelitian mengenai prospek panas bumi Sulawesi Selatan (Sulsel). Penelitian itu kini terbit dalam jurnal internasional Geothermics yang diterbitkan Elsevier.
Artikel tersebut berjudul "The delineation of low- to medium-temperature geothermal prospectivity zones in South Sulawesi, Indonesia, using GIS-based Analytical Hierarchy Process (AHP)". Artikel tercantum dalam Geothermics Volume 143 (2027), Article 103864.
Penelitian ini mengembangkan pemetaan prospek panas bumi bersuhu rendah hingga menengah di Sulsel. Ia menggunakan pendekatan berbasis Geographic Information System dan Analytical Hierarchy Process (GIS-AHP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendekatan GIS-AHP merupakan metode untuk menentukan tujuan penelitian. Sehingga, dipakai untuk mengintegrasikan faktor-faktor tersebut sehingga menghasilkan klasifikasi tingkat prospek wilayah.
Emi merupakan dosen Teknik Pertambangan UMI sejak 2014. Latar belakang pendidikannya mencakup Geofisika, Teknik Geologi, dan Program Profesi Insinyur.
Kajian panas bumi juga telah menjadi bagian dari penelitian yang ia lakukan sebelum publikasi terbaru ini. Sebelumnya, ia membahas karakteristik mata air panas, fluida geotermal, struktur geologi, serta estimasi temperatur reservoir.
Salah satunya adalah penelitian tentang estimasi temperatur reservoir di Lapangan Panas Bumi Sulili, Kabupaten Pinrang. Hal ini membuktikan bahwa publikasi di Geothermics merupakan bagian dari kesinambungan yang ditekuni Emi.
Geothermics merupakan jurnal internasional yang berfokus pada penelitian panas bumi. Dalam publikasi ini, Emi dan tim menggunakan berbagai data kebumian untuk menyusun model prospek panas bumi.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan nilai ROC-AUC sebesar 86,8 persen dalam validasi model. Publikasi tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan Tim Panas Bumi-PSDMBP Bandung, Badan Geologi, Kementerian ESDM, termasuk Dikdik Risdianto dan Dudi Hermawan.
Adapun pembimbing penelitian adalah Agung Harijoko sebagai promotor dan Agung Setianto sebagai kopromotor.
Berdasarkan data jurnal yang digunakan untuk publikasi ini, Geothermics memiliki Impact Factor 4,6, H-index 110, dan SJR 1,102, serta berada pada kuartil Q1.
Publikasi tersebut memperlihatkan bahwa penelitian yang dikembangkan dari lingkungan akademik UMI dapat masuk ke jurnal internasional yang secara khusus bergerak di bidang panas bumi. Artikel ini juga dapat diakses gratis melalui tautan resmi Elsevier hingga 16 November 2026.
