10+ Film tentang G30S/PKI dan Peristiwa 1965, Cek Daftarnya di Sini!

10+ Film tentang G30S/PKI dan Peristiwa 1965, Cek Daftarnya di Sini!

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 23:00 WIB
Film Penumpasan Sisa-Sisa PKI di Blitar Selatan: Operasi Trisula
Foto: Film tentang G30S/PKI. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Ada sejumlah film yang mengangkat cerita yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Film-film tersebut tidak hanya membahas detik-detik peristiwa pemberontakan pada 30 September 1965, tetapi juga mengenai penumpasan hingga kondisi politik Indonesia setelah peristiwa tersebut.

Cerita yang dihadirkan pun cukup beragam, mulai dari sudut pandang korban hingga orang-orang yang terlibat atau mengetahui peristiwa tersebut. Bagi yang ingin menonton film tentang G30S/PKI, berikut beberapa film yang bisa menjadi pilihan.

Yuk, disimak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pengkhianatan G 30 S PKI (1984)

Film Pengkhianatan G 30 S PKI merupakan film dokumenter peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat pada 1965. Sinema karya Arifin C Noer yang diproduksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN) ini pertama kali dirilis pada 1984.

Pada masa Orde Baru, film Pengkhianatan G30S/PKI menjadi tontonan yang wajib diputar setiap menjelang peringatan peristiwa G30S. Penayangannya kemudian dihentikan setelah Reformasi 1998, sebelum kembali muncul di sejumlah stasiun televisi dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

2. Operasi Trisula: Penumpasan Sisa-Sisa PKI di Blitar Selatan (1987)

Menjadi sekuel dari film Pengkhianatan G 30 S PKI (1984), "Operasi Trisula: Penumpasan Sisa-Sisa PKI di Blitar Selatan" mengisahkan kembali operasi penumpasan anggota gerakan G30S/PKI yang melarikan diri ke berbagai daerah. Diproduksi oleh studio PPFN milik negara, film dokumenter propaganda ini dirilis pada 1987 dan disutradarai oleh BZ Kadaryono.

3. Djakarta 1966 (1988)

Kondisi keamanan Indonesia yang tidak stabil pasca peristiwa G30/PKI menjadi latar utama film "Djakarta 1966". Ceritanya menampilkan demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa yang menuntut pembubaran PKI, sekaligus dinamika hubungan antara Presiden Soekarno dan Letjen Soeharto.

Puncak cerita "Djakarta 1966" berkaitan dengan proses dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 1966. Surat tersebut merupakan mandat dari Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pasca-pemberontakan G30S/PKI.

4. Puisi Tak Terkuburkan (2000)

Film "Puisi Tak Terkuburkan" garapan sutradara Garin Nugroho mengisahkan pengalaman nyata Ibrahim Kadir, penyair tradisi lisan asal Gayo, Aceh. Ia ditangkap aparat tanpa proses peradilan yang jelas dalam operasi pembersihan pasca-G30S/PKI, sebelum akhirnya dibebaskan setelah dinyatakan sebagai korban salah tangkap.

5. Gie (2005)

Erat kaitannya dengan peristiwa G30S/PKI, film "Gie" mengambil latar pada masa transisi politik 1960-an. Disutradarai oleh Riri Riza, "Gie" merupakan film biografi yang diangkat dari buku berjudul Catatan Seorang Demonstran, yaitu kumpulan catatan harian Soe Hok Gie.

Pada film tersebut, tragedi 1965 menjadi titik balik penting yang mengubah arah sejarah sekaligus memengaruhi idealisme sang tokoh utama, Soe Hok Gie yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

6. The Women and the Generals (2010)

The Women and the Generals merupakan film dokumenter karya Mayor Wechselmann yang dibuat sebagai kritik terhadap film propaganda "Pengkhianatan G30S/PKI". Alurnya berfokus pada fitnah dan kebohongan seksual yang direkayasa oleh militer Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal Suharto.

Kebohongan tersebut ditujukan kepada organisasi perempuan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), yang dituduh merayu, menyiksa secara seksual, dan membunuh para perwira tinggi TNI AD di Lubang Buaya pada malam 1 Oktober 1965. Melalui film ini, masyarakat akan mengetahui bagaimana kebohongan tersebut direkayasa dan dampaknya hingga saat ini di Indonesia.

7. Sang Penari (2011)

"Sang Penari" menceritakan gejolak politik dan tragedi nasional G30S/PKI pada tahun 1965 di sebuah desa terpencil yang terletak di Jawa Tengah. Peristiwa nasional tersebut menjadi latar belakang kelam yang menghancurkan kehidupan para tokoh utamanya, Srintil (Prisia Nasution) dan Rasus (Oka Antara).

Pada film tersebut digambarkan bagaimana tragedi G30S/PKI memicu pembantaian serta penangkapan massal terhadap orang-orang yang dituduh komunis, termasuk Srintil.

8. The Act of Killing atau Jagal (2012)

Film The Act of Killing, yang dikenal di Indonesia dengan judul Jagal, merupakan dokumenter karya Joshua Oppenheimer dan Christine Cynn. Film ini menghadirkan sejumlah orang yang mengaku terlibat dalam pembunuhan terhadap mereka yang dituduh sebagai komunis di Sumatera Utara.

Para narasumber diminta menceritakan sekaligus memperagakan kembali tindakan yang mereka lakukan pada masa tersebut. Pendekatan tersebut membuat "The Act of Killing" banyak dibahas sebagai salah satu dokumenter yang mengangkat kekerasan massal pasca-1965.

9. The Look of Silence atau Senyap (2014)

"The Look of Silence" atau "Senyap" mengikuti kisah Adi, seorang penyintas yang berusaha memahami kematian kakaknya dengan menemui sejumlah orang yang disebut berkaitan dengan pembunuhan tersebut. Film garapan Joshua Oppenheimer ini mengambil sudut pandang keluarga korban dan menghadirkan pengalaman mereka dalam menghadapi ingatan tentang kekerasan pasca-1965.

Melalui kisah tersebut, "Senyap" menyoroti persoalan ingatan, kehidupan keluarga korban, serta hubungan antara penyintas dan orang-orang yang dituduh terlibat dalam kekerasan.

10. Surat dari Praha (2016)

"Surat dari Praha" menceritakan kehidupan sejumlah orang Indonesia di Praha yang tidak dapat kembali ke Tanah Air akibat perubahan politik Indonesia setelah peristiwa 1965. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, ia menggandeng Julie Estelle dan Tio Pakusadewo sebagai pemeran utama.

Alurnya berfokus pada Larasati (Julie Estelle) yang harus mengantarkan sebuah kotak berisi surat kepada Jaya (Tio Pakusadewo), mantan tunangan ibunya yang tinggal di Praha. Pertemuan tersebut kemudian membuka kisah masa lalu keluarga Larasati sekaligus kehidupan orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri setelah tahun 1960.

11. You and I (2020)

Sebuah film dokumenter berjudul "You and I" pertama kali dirilis pada tahun 2020. Film yang disutradarai oleh Fanny Chotimah ini menyoroti dampak kemanusiaan dan kehidupan para penyintas (survivor) pasca-tragedi 1965.

Diangkat dari buku foto Pemenang Kehidupan karya Adrian Mulya dan Lilik HS, "You and I" mengisahkan persahabatan dua perempuan yang bertemu ketika menjadi tahanan politik dan tetap menjalin pertemanan setelah keluar dari penjara.

Itulah daftar film tentang G30S/PKI yang disertai dengan sinopsisnya. Jadi, detikers tertarik nonton film yang mana?



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads