Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) sudah berlangsung selama 11 hari dan api belum padam. Luas lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Sulut, luas lahan yang terbakar kurang lebih 300 hektare," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Theodorus Lumingkewas kepada detikcom, Selasa (29/9/2026).
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan di sekitar monumen Kaki Dian Airmadidi, Kelurahan Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Minut pada Sabtu (19/9). Hingga kini, tim BPBD, Damkar, TNI dan Polri serta relawan masih di lokasi melakukan pemadaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penanganan kita dibantu oleh teman-teman relawan dan dari berbagai unsur," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Minut, Stivy Watupongoh mengatakan kondisi kebakaran di kaki Gunung Klabat meluas. Asap dari titik kebakaran juga terlihat semakin tebal.
"Namun sampai sekarang belum ada dampak ke masyarakat sekitar, tetapi bisa saja berdampak," ujar Stivy.
Menurut Stivy, asap tebal tidak berdampak ke warga karena angin bertiup kencang mengarah ke gunung. Dia mengakui proses pemadaman sulit dilakukan karena kondisi medan yang terjal.
"Kendala medan yang terjal, membuat kendaraan pemadam sulit masuk ke sejumlah titik kebakaran," jelasnya.
Dia menuturkan kebakaran terus meluas dan sudah mengarah ke kawasan Gunung Klabat. Dia menyebut tim gabungan terus melakukan pemadaman secara nonstop selama 24 jam.
"Sejumlah warga secara swadaya membantu menyediakan air yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran," ucapnya.
Stivy menambahkan petugas menemukan sejumlah titik api baru di sekitar kaki gunung. Sejauh ini, belum ada warga yang mengungsi akibat kebakaran lahan tersebut.
"Tim di lapangan juga menemukan sejumlah titik api baru yang dinilai memiliki kejanggalan, tapi temuan tersebut masih ditelusuri untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam atau ada unsur kesengajaan," sebutnya.
"Belum ada warga yang mengungsi akibat kebakaran tersebut," imbuhnya.
