Sebanyak 7 rumah warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak usai diterjang angin kencang disertai hujan di tengah musim kemarau. BPBD Mamuju kini tengah melakukan asesmen untuk menyiapkan bantuan bagi rumah terdampak.
"Ada 7 rumah (yang dilaporkan rusak)," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mamuju, Muh Taslim Sukirno kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
Taslim mengatakan rumah terdampak berada di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Rimuku, Simboro dan Mamunyu. Dari tujuh rumah itu, terdapat 8 kepala keluarga (KK) dengan total 17 jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taslim, rumah rusak berada di pesisir pantai dan wilayah dataran tinggi. Tujuh rumah tersebut masuk dalam kategori rusak ringan hingga sedang.
"Kategori ada yang rusak sedang dan ada yang rusak ringan saja," terangnya.
Ia menambahkan pihaknya kini melakukan pendataan pasti rumah terdampak. Selanjutnya pihaknya menyalurkan bantuan menyesuaikan anggaran yang tersedia.
"Kalau dari kami, kami melakukan asesmen, kemudian semua rumah sudah kami asesmen, itu kan dimasukkan ke data kami, sesuaikan dengan anggaran, ketika anggaran bisa kami berikan, kami akan cairkan untuk pemberian bantuan," ungkapnya.
Terpisah, Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Made Gangga Bhaskara menyebut angin kencang disertai hujan deras yang melanda Mamuju normal terjadi di masa peralihan musim. BMKG memprediksi musim hujan di Mamuju masuk pada akhir Oktober 2026.
"Untuk keadaan saat ini masih normal, karena di musim peralihan banyak terjadi fenomena cuaca ekstrem. Terkait untuk fenomena kemarin, terkait musim hujan untuk yang kami prediksi itu awal musim hujannya dimulai dari Oktober," katanya.
Meski begitu, ia mengungkapkan masuknya musim hujan di wilayah Sulbar tidak akan sama. Pihaknya memprediksi musim hujan di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar (Polman) diperkirakan pada November.
"Kalau untuk keseluruhan wilayah Sulbar mungkin belum semua karena untuk wilayah seperti Majene dan Polman dia masih cukup kering, dari pantauan terakhir, mungkin baru mulai memasuki penghujan di sekitar bulan November," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar selalu waspada di saat peralihan musim. Warga diminta menjauhi gedung dan pohon yang rentan roboh diterpa cuaca buruk.
"Yang perlu dipersiapkan masyarakat terutama di musim peralihan, kan ada potensi angin kencang, kemudian potensi curah hujan ekstrem, seperti itu, jadi yang mungkin perlu diwaspadai itu menghindari sedang bepergian keluar atau menghindari bangunan-bangunan atau pohon-pohon yang bisa roboh," imbuhnya.
Diketahui, angin kencang disertai hujan menerjang sejumlah wilayah dalam Kota Mamuju pada Senin (28/9) dini hari. Beberapa atap rumah warga terlepas bahkan terbang.
