Sulawesi Tengah

Menteri UMKM Dorong Durian Sulteng Kuasai Pasar China

Rangga Musabar - detikSulsel
Senin, 28 Sep 2026 16:21 WIB
Penandatanganan MoU Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding (kanan) bersama Menteri UMKM, Maman Abdurrahman (tengah) di Kota Palu. Foto: Rangga Musabar/detikcom
Palu -

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkap durian dari Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diekspor ke China lebih enak dari durian asal Thailand. Dia mendorong agar durian Sulteng bisa menguasai pasar di China.

"Selamat dan salut! Sulawesi Tengah telah terbukti menjadi salah satu produsen durian yang menembus pasar internasional, dengan Parigi Moutong sebagai pionirnya," kata Maman pada acara Gerakan 1000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global di Hotel Best Westren Palu, Senin (28/9/2026).

Maman kemudian mengungkapkan bahwa durian Sulteng secara rasa lebih enak dari durian Thailand yang selama ini mendominasi pasar China. Namun yang menjadi tantangan kata dia, adalah jumlah volume ekspor durian Sulteng ke China masih kurang.

"Dalam pembicaraan kita dengan China, memang harus diakui durian kita sejatinya secara rasa itu lebih enak daripada Thailand. Ini disampaikan sebetulnya oleh teman-teman di China. Namun memang ada keterbatasan suplai volume," beber Maman.

Dia berharap momen kerjasama dan MoU dengan lembaga pendidikan serta institusi ekonomi di Tiongkok dapat dijadikan pendorong untuk mengakselerasi ekspor durian Indonesia, khususnya dari Sulteng.

"Silakan nanti ditindaklanjuti bersama teman-teman Kadin Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinsi agar kita dapat membuka akses pasar yang lebih luas demi menggerakkan ekonomi daerah," katanya.

Sementara Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyatakan kesiapan daerahnya untuk memenuhi tantangan pasar global. Saat ini, ekspor durian Sulteng dari wilayah Parigi Moutong, Poso, dan Sigi telah mencapai 8.162 ton dan telah memenuhi standar General Administration of Customs of China (GACC).

"Sekarang penerbangan dari Palu menuju Guangzhou sudah dua kali seminggu. Menurut informasi Kepala Bandara, Oktober ke depan ini sudah hampir setiap hari. Jadi ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi," tutur Anwar Hafid.



Anwar mengajak seluruh pelaku UMKM Bumi Tadulako untuk memiliki keberanian menembus pasar ekspor sesuai dengan falsafah Nambaso.

"Tidak ada yang tidak bisa kalau kita berani. Orang-orang hebat berhasil karena mereka berani," pungkasnya.



Simak Video "Menikmati Makan Bersama di Pemandangan Alam Sulawesi Tengah "

(hsr/ata)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork