72 Siswa MTs di Mamasa Belajar di Tenda Imbas Sekolah Rusak

Sulawesi Barat

72 Siswa MTs di Mamasa Belajar di Tenda Imbas Sekolah Rusak

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 26 Sep 2026 21:30 WIB
Bangunan MTs Uhaidao di Mamasa rusak parah akibat angin kencang dan hujan deras.
Bangunan MTs Uhaidao di Mamasa rusak parah akibat angin kencang dan hujan deras. Foto: dok. istimewa
Mamasa -

Bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Uhaidao di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) porak poranda diterjang angin kencang yang disertai hujan deras. Pihak sekolah berupaya meminjam ruangan di sekolah lain sebelum mendirikan tenda sebagai ruang kelas darurat.

"Kami sementara tidak ada tempat lain. Kalau tidak ada ruang kelas yang bisa kami pinjam, bisa jadi ruang terbuka jadi tempat proses pembelajaran (bertenda)," kata Kepala MTs Uhaidao, Asbadiun kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9/2026).

Asbadiun mengatakan ada empat ruangan yang terdampak angin kencang. Dua ruangan mengalami rusak berat karena atap nyaris semuanya terangkat dan plafon juga ambruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Empat ruangan terdampak, paling parah dua ruangan. Sudah setengah atapnya terbawa angin, plafonnya juga roboh terkena air dan dinding yang rusak terkena reruntuhan," ungkapnya.

Menurut Asbadiun, kuatnya tiupan angin disertai hujan deras membuat puluhan lembar atap seng sekolah terlepas. Bahkan sejumlah atap terbang terbawa angin sejauh sekitar 100 meter dari bangunan sekolah.

ADVERTISEMENT

"Awalnya hujan tidak terlalu deras, mungkin sekitar setengah jam baru ada angin disertai hujan deras. Atap sekolah terlepas terbang sekitar seratus meter mungkin jauhnya dari sekolah," tuturnya.

Selain merusak bangunan, hujan juga menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah terdampak. Termasuk perangkat WiFi sekolah serta buku-buku pelajaran yang sempat terendam air.

"Sementara dijemur sebagian ini buku karena kemarin banyak yang tergenang air. WiFi sudah rusak karena ada yang konslet," bebernya.

Asbadiun mengaku belum mengetahui secara pasti total kerugian akibat peristiwa tersebut. Dia berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan agar kondisi bangunan dapat diperbaiki sehingga proses belajar mengajar kembali berjalan normal.

"Kami belum pastikan total kerugian, yang kami harapkan saat ini ada tindakan dari pemerintah, agar proses pembelajaran bisa pulih kembali, sehingga bangunan bisa bagus kembali. Karena saat ini proses pembelajaran terhenti," pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 22 bangunan rumah dan sekolah di Mamasa, rusak diterjang angin kencang yang disertai hujan pada Jumat (25/9). Puluhan bangunan tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada atap dan dinding.

"Terkait kejadian hujan disertai angin kencang dilaporkan ada 18 rumah warga dan 4 bangunan sekolah yang alami kerusakan," kata Kepala BPBD Mamasa Alfredi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (26/9).



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads