22 Rumah-Sekolah di Mamasa Rusak Diterjang Hujan-Angin Kencang

Sulawesi Barat

22 Rumah-Sekolah di Mamasa Rusak Diterjang Hujan-Angin Kencang

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 26 Sep 2026 11:00 WIB
Angin kencang disertai hujan rusak 22 bangunan di Mamasa, Sulbar, termasuk 18 rumah dan 4 sekolah.
Angin kencang disertai hujan rusak 22 bangunan di Mamasa. Foto: dok. istimewa
Mamasa -

Sebanyak 22 bangunan rumah dan sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak diterjang angin kencang yang disertai hujan. Puluhan bangunan tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada atap dan dinding.

"Terkait kejadian hujan disertai angin kencang dilaporkan ada 18 rumah warga dan 4 bangunan sekolah yang alami kerusakan," kata Kepala BPBD Mamasa Alfredi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (26/9/2026).

Peristiwa angin kencang disertai hujan itu menerjang tiga desa di Kecamatan Aralle, Mamasa pada Jumat (25/9) sekitar pukul 15.45 Wita. Ketiga desa yang terdampak yakni Desa Uhailanu, Desa Uhaidao dan Desa Ralleanak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara empat bangunan sekolah yang turut terdampak, yakni MTS Uhaidao, SDS Kurasa, SD 03 Ralleanak dan MI Uhaidao. Di desa Uhailanu ada 4 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan, di Desa Uhaidao 2 rusak berat dan 4 rusak ringan, serta di Desa Ralleanak 2 rusak berat dan 1 rusak ringan

"Rata-rata terdampak pada bagian atap yang terlepas," ujar Alfredi.

ADVERTISEMENT

Menurut Alfredi, bencana alam tersebut berdampak terhadap 18 keluarga yang terdiri dari 72 jiwa. Beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga.

"Untuk warga yang mengungsi ada beberapa yang rumahnya rusak berat. Termasuk warga yang rumahnya tertimpa pohon tumbang," bebernya.

Pihak BPBD Mamasa telah melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya. Termasuk penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

"Langkah yang kami lakukan tentu diawali dengan kaji cepat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan, berapa jumlah keluarga atau jiwa yang terdampak untuk menjadi panduan melakukan langkah penangan selanjutnya," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Uhaidao Ali mengatakan angin kencang menerjang setelah hujan mengguyur beberapa jam. Dia menuturkan sudah dua hari terakhir wilayahnya dilanda hujan deras.

"Lama itu hujan, dari jam dua sampai sore. Dua hari hujan, setelah itu ada mi angin kencang," imbuhnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads