Tegarnya Istri Sopir Korban OPM: Saya Tak Balas dengan Kebencian

Tegarnya Istri Sopir Korban OPM: Saya Tak Balas dengan Kebencian

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Jumat, 25 Sep 2026 22:09 WIB
Prosesi penghiburan pemakaman jenazah Aris Sanda, korban pembunuhan OPM di kampung halamannya di Toraja Utara.
Prosesi penghiburan pemakaman jenazah Aris Sanda, korban pembunuhan OPM di kampung halamannya di Toraja Utara. (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel)
Toraja Utara -

Ketegaran Sinta Bilolo, istri sopir asal Toraja bernama Aris Sanda yang menjadi korban pembunuhan Organisasi Papua Merdeka (OPM), menyita perhatian publik. Ia mengatakan tidak ingin membalas dengan kebencian meski merasakan duka mendalam.

"Kepada siapapun yang telah menyebabkan suami saya kehilangan nyawanya, saya tidak ingin membalas dengan kebencian, saya menyerahkan semua kepada Tuhan," ujar Sinta saat menyampaikan sambutan dalam prosesi penghiburan pemakaman jenazah Aris Sanda di Tongkonan Kalintiong, Bangkelekila, Rabu (23/9/2026).

Bagi Sinta, kepergian suaminya meninggalkan luka mendalam bagi dirinya dan keluarga besarnya. Namun ia percaya, setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya percaya, setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, biarlah Tuhan yang menjadi hakim atas semuanya dan memberikan keadilan pada waktunya," katanya.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan sederhana. Dia tidak ingin tragedi yang menimpa suaminya dialami orang lain, karena kehilangan seseorang dengan cara tragis menyisakan luka mendalam.

"Saya hanya berharap tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan kehilangan seperti yang kami rasakan hari ini," ujarnya.

Sinta tidak menyangka suaminya pergi untuk selamanya dengan cara tragis. Hingga saat ini, dirinya dan putrinya masih merindukan sosok korban.

"Saya tidak pernah membayangkan harus berdiri di sini dan mengucapkan selamat jalan kepada suami saya sendiri. Saya masih ingin melihatnya pulang, saya masih ingin mendengar suaranya, saya masih ingin melihatnya bersama anak kami, masih banyak hal yang ingin kami lalui bersama," ucapnya lirih.

Aris Sanda bagi Sinta, bukan hanya sekedar suami. Sosok almarhum baginya adalah teman hidup yang menyayangi keluarganya. Aris juga dikenal sosok yang sangat menyayangi dan menghormati orang tua.

"Bagi saya, Bapak Tasya adalah pribadi yang sangat sangat baik. Dia memperlakukan kami sangat baik dan bertanggung jawab. Dia selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang terbaik untuk kami sekeluarga," ujarnya.

Diketahui, Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT.



(hsr/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads