Lantik 120 Pengurus Peradi Sultra, Harris Arthur Dorong Advokat Bermasyarakat

Tim detikcom - detikSulsel
Kamis, 24 Sep 2026 21:30 WIB
Pelantikan Pengurus PERADI Sulawesi Tenggara (Sultra).(Foto: Istimewa)
Makassar -

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional Prof Dr Harris Arthur Hedar melantik 120 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERADI Profesional di empat daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Harris meminta advokat tak hanya hadir saat masyarakat menghadapi perkara hukum.

Pelantikan pengurus periode 2026-2031 itu digelar di Hotel Claro Kendari, Rabu malam (23/9/2026). Empat DPD yang dilantik yakni DPD PERADI Profesional Kendari, Kolaka, Andoolo, dan Baubau.

"PERADI Profesional tidak boleh hanya hadir ketika seseorang telah menghadapi perkara. Kita harus hadir lebih awal melalui pendidikan hukum, pencegahan persoalan hukum, perlindungan hak-hak masyarakat, sekaligus menjadi mitra pemerintah agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor hukum," kata Harris dalam sambutannya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Harris mengatakan pelantikan 120 pengurus tersebut bukan sekadar pembentukan struktur organisasi. Menurutnya, kehadiran empat DPD baru harus menjadi kekuatan hukum yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Guru besar Universitas Negeri Makassar itu menegaskan peran advokat lebih luas daripada sekadar memberikan pendampingan ketika perkara hukum telah terjadi.

Menurut Harris, penguatan kesadaran dan pendidikan hukum masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan hukum sejak awal. Dengan demikian, keberadaan organisasi advokat tidak hanya dirasakan di ruang persidangan, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Harris juga mengingatkan anggota PERADI Profesional agar memegang prinsip bahwa hukum semestinya menjadi instrumen perlindungan bagi masyarakat.

"Hukum dibuat bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tetapi untuk melindungi rakyat," ujarnya.

Dia mengatakan semakin besar kewenangan yang diberikan undang-undang, semakin besar pula tanggung jawab negara untuk memastikan hak-hak warga negara tetap terlindungi.

Karena itu, Harris menyebut PERADI Profesional akan terus memberikan pemikiran konstruktif terhadap berbagai regulasi yang lahir. Hal tersebut dilakukan agar regulasi tetap menjunjung proses hukum yang adil, hak asasi manusia, serta prinsip negara hukum.

"Pelantikan ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga marwah profesi advokat, memberikan pendampingan hukum yang berkualitas, serta memastikan hukum benar-benar hadir sebagai instrumen keadilan dan perlindungan bagi masyarakat," katanya.

Konsolidasi Organisasi PERADI Profesional di Sultra

Pelantikan 120 pengurus di empat daerah sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PERADI Profesional di Sulawesi Tenggara. Dengan terbentuknya empat DPD tersebut, struktur organisasi PERADI Profesional di tingkat daerah diharapkan semakin kuat. Kehadiran DPD juga diharapkan memperluas jangkauan pelayanan dan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Ekspansi organisasi tidak hanya diarahkan pada penguatan internal profesi advokat. PERADI Profesional turut mendorong penguatan hubungan antara dunia advokat dan perguruan tinggi.

Harris kemudian mendorong pengurus PERADI Profesional di daerah membangun sinergi dan kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Mereka meliputi pemerintah daerah, DPRD, pengadilan, kepolisian, kejaksaan, TNI, Kementerian Hukum, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga elemen masyarakat.

Namun, Harris mengingatkan agar kemitraan tersebut tidak mengikis independensi organisasi.

"Sinergi tidak berarti kehilangan independensi. PERADI Profesional harus mampu menjadi mitra pemerintah sekaligus tetap independen dalam memberikan pandangan hukum apabila terdapat kebijakan yang berpotensi merugikan hak-hak masyarakat," ungkapnya.

Dia menegaskan ukuran keberhasilan kepengurusan bukan dilihat dari seberapa dekat organisasi dengan kekuasaan atau seberapa banyak jabatan yang dimiliki. Menurutnya, keberhasilan diukur dari seberapa besar manfaat kehadiran organisasi bagi masyarakat luas.

Menutup sambutannya, Harris mengajak seluruh jajaran pengurus menjaga marwah profesi advokat dari Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.



Simak Video "Melakukan Cliff Jumping Seru dari Tebing Goa Kontamale di Sulawesi Tenggara "

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork