Nelayan Diserang Buaya Saat Cari Kepiting di Sungai Muna Barat

Sulawesi Tenggara

Nelayan Diserang Buaya Saat Cari Kepiting di Sungai Muna Barat

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Kamis, 24 Sep 2026 16:36 WIB
Ilustrasi buaya
Foto: Ilustrasi buaya. (Pexels/Steward Masweneng)
Muna Barat -

Nelayan bernama Muhammad Safari (40) diserang buaya saat mencari kepiting di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka di sejumlah bagian tubuh hingga harus menjalani operasi.

"Untuk kondisi terakhirnya, sepertinya masih di rumah sakit karena habis operasi," kata Kapolsek Tiworo Tengah Ipda La Menudi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/9/2026).

Serangan buaya terjadi di kawasan sungai Desa Labokolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Senin (21/9) sekitar pukul 15.15 Wita. Saat itu Safari sedang mencari kepiting bakau di sekitar pesisir muara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban saat itu sedang mencari kepiting bakau. Kemudian korban menyeberangi anak sungai dengan berjalan kaki," ujar La Menudi.

Sungai tersebut memiliki lebar sekitar 15 meter dengan kedalaman air setinggi dada. Saat berada di tengah sungai, korban tiba-tiba diterkam buaya dari arah bahu sebelah kiri.

ADVERTISEMENT

"Korban kemudian ditarik ke bawah air oleh buaya tersebut. Korban berusaha melepaskan diri dengan menjangkau bagian mata buaya," bebernya.

Tangan korban sempat masuk ke dalam mulut buaya. Safari melakukan perlawanan dengan menusuk mata buaya menggunakan jarinya.

"Buaya kemudian memindahkan gigitannya ke bagian pinggang korban. Korban kembali menusuk mata buaya hingga akhirnya gigitan dilepaskan," jelas La Menudi.

Setelah berhasil lolos dari serangan, korban berjalan menuju pondok tambak terdekat. Safari disebut berjalan sekitar dua jam hingga tiba di pondok milik warga bernama Kadir.

"Korban kemudian dipapah menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Saat ditemukan warga, kondisinya bersimbah darah tetapi masih sadar," tuturnya.

Safari pun dilarikan ke RSUD Muna Barat dan menjalani operasi. Korban hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Korban mengalami luka robek pada dada sebelah kiri, perut, lengan kanan dan pinggang kiri. Ada juga luka cakaran di punggung serta luka gigitan pada bahu kiri," ungkapnya.

La Menudi mengatakan lokasi kemunculan buaya memang biasa digunakan warga untuk mencari kepiting dan mengelola tambak. Di sekitar lokasi juga terdapat banyak tanaman bakau yang menjadi habitat alami buaya air asin.

"Karena di sana memang ada habitat buaya, kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pesisir muara," pungkasnya.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads