Pakar Unhas: Walkot Makassar Appi Wajar Pimpin Demokrat Sulsel

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 21 Sep 2026 17:57 WIB
Foto: Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. Dokumen Istimewa
Makassar -

Pakar politik menilai Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin dinilai berpeluang hengkang dari Golkar. Appi juga dinilai wajar jika bergabung dan masuk bursa sebagai calon Ketua Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Ya, jadi saya kira dalam situasi sekarang, potensi Appi untuk hengkang dari Golkar sangat besar," ujar Dekan FISIP Unhas Sukri Tamma kepada detikSulsel, Senin (21/9/2026).

Dia menyebut Appi memiliki sejumlah modal politik yang dapat menjadi pertimbangan jika nantinya maju sebagai Ketua Demokrat Sulsel. Appi saat ini memiliki posisi sebagai Wali Kota Makassar serta jaringan sosial dan politik yang telah terbentuk.

"Dengan hitungan bahwa Appi ini kan seorang aktor politik atau tokoh politik yang sedang naik daun paling tidak di Sulawesi Selatan," kata Sukri.

Sukri menilai wacana kepindahan Appi ke Demokrat juga berpotensi memberi keuntungan bagi partai tersebut. Dia mengatakan keputusan tersebut tetap bergantung pada mekanisme dan kebijakan internal Demokrat.

"Nah, karena itu, kalau kita melihat bahwa kemudian ada info Appi akan pindah ke Demokrat dan kemungkinan akan menjadi salah satu ketua Demokrat, saya kira wajar saja," ujarnya.

Menurut Sukri, posisi ketua partai di tingkat provinsi membutuhkan figur yang memiliki jaringan dan kemampuan untuk membawa partai bersaing dalam kontestasi politik. Dia menilai Appi memiliki sejumlah hal yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.

"Karena menurut saya peluang Appi akan sangat besar. Kenapa? Karena tadi Appi memiliki beberapa hal yang memang dibutuhkan oleh seorang ketua partai pada level wilayah seperti ini di Sulawesi Selatan," katanya.

Sukri menambahkan, keputusan akhir tetap berada pada internal partai, khususnya pimpinan pusat. Menurutnya, dukungan atau restu dari pusat menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan apakah Appi mendapat ruang untuk menduduki posisi tersebut.

"Biasanya akan bergantung pimpinan pusat. Apakah kemudian Appi mendapatkan restu untuk itu atau tidak?" tuturnya.

Dia juga menyinggung pengalaman Appi dalam dinamika internal Golkar Sulsel. Sukri menyebut Appi sebelumnya sempat mendapatkan dukungan dari sejumlah pemilik suara dalam bursa Ketua Golkar Sulsel, tetapi akhirnya tidak maju setelah adanya keputusan dari pimpinan partai.

"Saya kira Appi pernah merasakan itu di Golkar, saya kira saat ini. Karena ketika itu kan Appi sempat didukung oleh berapa, 21 pemilih suara Golkar yang kemudian tapi ternyata tidak mendapatkan restu dari ketua, karena kan ketua ternyata punya pilihan lain," jelasnya.



Simak Video "Mekeng Berharap Jakarta jadi Pionir Obligasi Daerah"


(ata/ata)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork