Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Fitriyanto Rajak digerebek bersama staf wanitanya di dalam rumah. Fitriyanto lantas diberhentikan sementara dari jabatannya untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran disiplin kepegawaian.
"Ada dasarnya itu ada laporan ke call center 110. Jadi, 110 itu kantor polres terdekat misalnya daerah kota atau Polresta Gorontalo Kota," ujar Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala kepada detikcom, Minggu (20/9/2026).
Penggerebekan yang viral di media sosial itu terjadi di Perumahan Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo pada Rabu (16/9). Polisi melakukan penggerebekan menindaklanjuti laporan dari suami wanita tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu memang ada pengaduan permintaan bantuan masyarakat karena ada istrinya, diduga istrinya ya, diduga ada perselingkuhanlah di rumah itu info sementara," tambah Marupa.
Pemprov Gorontalo pun menindaklanjuti kejadian itu dengan memberhentikan sementara Fitriyanto dari direktur RSUD itu. Staf wanita yang bersama Fitriyanto juga dinonaktifkan sementara.
"Ya, betul (pemberhentian sementara)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S Otoluwa yang dikonfirmasi terpisah.
Pemprov telah menunjuk Jeane Istanti Dalie sebagai Pelaksana harian (Plh) Direktur RSUD Hasri Ainun Gorontalo. Sementara Fitriyanto akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ya agar pemeriksaan berjalan lancar, dan manajemen RS berjalan dengan baik, maka dr Fitriyanto Rajak dibebaskan dari tugas sebagai direktur. Karena itu, harus ada pejabat pelaksana harian," jelasnya.
Anang mengatakan, Pemprov telah membentuk tim pemeriksaan untuk mengusut dugaan pelanggaran disiplin kepegawaian. Tim pemeriksa sudah menyurati Fitriyanto memenuhi panggilan pemeriksaan atau klarifikasi.
"Pemprov sudah membentuk tim pemeriksa gabungan untuk memastikan apakah terbukti ada pelanggaran etik dan disiplin ASN. Surat panggilan juga sudah disampaikan kepada yang bersangkutan," jelas Anang.
