Banyak yang penasaran, tanggal 20 September memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global.
Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 20 September 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.
Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 20 September 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today. Simak ulasannya sampai tuntas ya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Anak Sedunia di Jerman
Hari Anak Sedunia di Jerman diperingati setiap 20 September. Hari peringatan ini untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh Jerman.
Hari ini merupakan salah satu dari dua hari anak yang dikenal di negara tersebut. Momen tahunan ini menekankan pentingnya bersatu untuk memperhatikan generasi termuda.
Sejarah dua hari anak di Jerman bermula pada 1954, setelah Perang Dunia II, ketika Jerman terbagi menjadi dua negara yang terpisah dan berdiri sendiri, yakni Jerman Timur dan Jerman Barat. Pada tahun tersebut, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan agar seluruh negara memperingati Hari Anak Sedunia untuk mendorong kebersamaan internasional dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.
Meskipun resolusi PBB menetapkan 20 November sebagai Hari Anak Sedunia, PBB juga menyarankan setiap negara memilih tanggal yang dianggap bermakna bagi masyarakatnya. Karena itu, sejumlah negara memilih 20 November, sementara negara lainnya memperingatinya pada tanggal berbeda sepanjang tahun.
Jerman Barat kemudian menetapkan Hari Anak Sedunia atau "Weltkindertag" pada 20 September 1954 sebagai respons terhadap resolusi PBB tersebut.
Sementara itu, Jerman Timur tidak mengakui Hari Anak Sedunia dan tetap memperingati "Internationaler Kindertag" atau Hari Anak Internasional setiap 1 Juni. Peringatan tersebut telah dilakukan masyarakat Jerman Timur sejak sekitar 1926, jauh sebelum Perang Dunia II.
Ketika Jerman kembali bersatu pada 1990, perbedaan tradisi tersebut tetap berpengaruh.
Kerumitan bertambah karena PBB kemudian mengubah nama Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November menjadi World Children's Day, meskipun tidak diketahui secara pasti kapan perubahan tersebut dilakukan. Karena itu, Hari Anak Jerman juga dikenal sebagai Hari Anak Sedunia oleh keluarga-keluarga dari wilayah bekas Jerman Barat. Saat ini, Jerman secara resmi hanya mengakui satu hari anak, tetapi kedua peringatan tersebut tetap berlangsung dan dirayakan, sehingga anak-anak tetap mendapatkan manfaat dari keduanya.
Hari NFT Internasional
Tanggal 20 September juga menandai peringatan Hari NFT Internasional. NFT (Non-Fungible Token) adalah aset digital unik yang kepemilikannya dicatat menggunakan teknologi blockchain.
Hari ini untuk memperingati publikasi standar ERC-721 pada 2017 yang menjadi dasar bagi non-fungible token (NFT). Peringatan ini menjadi ajang global untuk merayakan kepemilikan digital, inovasi blockchain, serta komunitas yang berkembang di sekitar aset digital unik.
Non-fungible token atau NFT telah berkembang di dunia digital sebagai token yang dapat diperdagangkan sekaligus menjadi salah satu bentuk ekspresi seni. NFT juga memiliki karakteristik yang membuatnya tidak dapat diduplikasi atau kepemilikannya diubah secara sembarangan, sehingga berkembang menjadi komunitas yang diisi para kreator dan kolektor.
NFT bermula dari eksplorasi mengenai pemanfaatan teknologi blockchain yang kemudian berkembang menjadi fenomena tersendiri. Pada 20 September 2017, sebuah dokumen bernama standar ERC-721 diterbitkan. Dokumen tersebut kemudian menjadi acuan bagi pengembangan NFT dan menjadi salah satu penggunaan awal istilah "NFT". Dalam proposal tersebut, istilah "Non-Fungible Token" diperkenalkan dan kemudian digunakan sebagai singkatan NFT.
Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Koleksi awal seperti CryptoPunks menjadi simbol status, sementara Bored Apes memperoleh perhatian luas melalui influencer dan selebritas.
Platform besar seperti NBA Top Shot juga menunjukkan potensi barang koleksi digital berlisensi yang berasal dari kekayaan intelektual terkenal. Industri NFT bahkan sempat diproyeksikan dapat mencapai nilai 80 miliar dolar AS pada 2025, yang memperkuat pandangan bahwa NFT akan terus menjadi bagian dari dunia digital.
Namun, NFT bukan sekadar sebuah industri. Popularitasnya tidak hanya berkaitan dengan nilai ekonomi, tetapi juga dengan barang koleksi yang dianggap berharga dan menjadi bagian dari identitas pemiliknya.
NFT turut menjadi sarana bagi para kolektor untuk menemukan orang-orang dengan minat serupa dan membentuk komunitas yang menerima teknologi tersebut serta perkembangan masa depannya. Hari NFT Internasional menjadi momentum untuk merayakan komunitas tersebut sekaligus mengenang perjalanan perkembangan NFT.
Pekan Internasional Kebahagiaan di Tempat Kerja
Pekan Internasional Kebahagiaan di Tempat Kerja diperingati setiap 20 hingga 25 September. Peringatan ini hadir untuk menyoroti pentingnya kesejahteraan karyawan.
Kepuasan karyawan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja dan produktivitas perusahaan. Karyawan yang merasa bahagia dapat berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang lebih produktif.
Selain itu, karyawan yang puas juga cenderung memiliki pandangan positif terhadap perusahaan, bekerja lebih keras, dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Pada 1960-an, sekelompok ekonom dan psikolog mulai mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap produktivitas di tempat kerja. Mereka menilai model kerja tradisional belum sepenuhnya menggambarkan bagaimana manusia bekerja dan justru dapat membatasi potensi mereka.
Pada 1969, Arthur Janov menerbitkan The Primal Scream, sebuah buku berpengaruh tentang kesehatan mental yang memuat lampiran mengenai "Primal Therapy Groups" untuk dunia bisnis. Buku tersebut menjadi salah satu contoh awal penerapan psikologi dalam lingkungan profesional.
Pada 1977, Abraham Maslow menerbitkan Motivation and Personality, yang membahas konsep aktualisasi diri pada pekerja dan bagaimana hal tersebut dapat dicapai melalui pemenuhan kebutuhan pada berbagai tahap dalam konsep "Hierarki Kebutuhan" miliknya.
Pekan Internasional Kebahagiaan di Tempat Kerja kemudian dimulai pada 2017 oleh Maartje Wolff dan Fennande van der Meulen, dua perempuan asal Belanda. Keduanya merupakan pendiri Happy Office, sebuah organisasi yang memperkenalkan program untuk menerapkan kebahagiaan di lingkungan kerja dengan tujuan menciptakan karyawan yang lebih bahagia.
