Ibu Muda di Mamasa Melahirkan Darurat Usai Ditandu 6 Km

Sulawesi Barat

Ibu Muda di Mamasa Melahirkan Darurat Usai Ditandu 6 Km

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 19 Sep 2026 20:22 WIB
Wanita muda bernama Salmawati (17) terpaksa menjalani persalinan darurat di rumah warga setelah ditandu sejauh 6 kilometer menuju Puskesmas di Mamasa.
Wanita muda bernama Salmawati (17) terpaksa menjalani persalinan darurat di rumah warga setelah ditandu sejauh 6 kilometer menuju Puskesmas di Mamasa. Foto: Istimewa
Mamasa -

Seorang wanita muda bernama Salmawati (17) terpaksa menjalani persalinan darurat di rumah salah seorang warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), setelah ditandu sejauh 6 kilometer menuju Puskesmas. Kondisi jalan yang rusak parah membuat akses menuju kampung halamannya sulit dilalui kendaraan.

"Bersalin darurat di rumah warga karena sudah tidak tahan," ujar salah satu warga, Ahmad kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (19/9/2026).

Perjuangan warga menandu Salmawati dimulai dari rumahnya di Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Sabtu (19/9), sekitar pukul 14.00 Wita. Dalam perjalanan tersebut, seorang bidan desa turut mendampingi pasien untuk membantu proses persalinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persalinannya dibantu ibu bidan yang mendampingi. Sebelum magrib melahirkan sekitar pukul setengah enam," ungkapnya.

Menurut Ahmad, Salmawati awalnya berencana dibawa menuju Puskesmas untuk bersalin. Namun, pasien mendadak merasa kesakitan karena hendak melahirkan sekitar satu kilometer sebelum mencapai titik lokasi yang dapat dijangkau mobil.

ADVERTISEMENT

"Satu kilo sebelum mencapai lokasi penjemputan sudah merasa kesakitan, terpaksa bersalin di rumah warga," tuturnya.

Sementara bidan desa yang mendampingi Salmawati, Nurwahida menyebut proses persalinan berjalan lancar. Kondisi ibu setelah melahirkan juga dilaporkan dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah proses persalinan ibu Salmawati berjalan lancar. Si ibu dalam keadaan sehat," terangnya.

Meski demikian, bayi laki-laki yang dilahirkan Salmawati harus segera dievakuasi ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif. Bayi tersebut diketahui sempat mengalami kesulitan bernafas setelah dilahirkan.

"Anaknya dievakuasi ke Puskesmas karena sempat sulit bernafas, jadi kami bawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan intensif," ujar Nurwahida.

Nurwahida mengaku sempat merasa khawatir mendampingi persalinan tersebut. Pasalnya, Salmawati masih berusia 17 tahun dan baru pertama kali melahirkan.

"Ibu ini termasuk kategori risiko tinggi karena masih terlalu muda apalagi anak pertama. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar," tandasnya.

Warga lain, Yahya mengungkap jika akses jalan sejauh 7 kilometer dari rumah Salmawati masih dalam kondisi rusak parah sehingga sulit dijangkau kendaraan.

"Mobil tidak bisa masuk karena jalan rusak. Sekitar 7 kilo baru ada mobil," bebernya.

Dia mengatakan, perjuangan warga menandu pasien untuk mendapat pelayanan medis di Puskesmas bukan baru kali pertama terjadi. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju Desa Pamoseang agar masyarakat tidak lagi kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit.

"Ini bukan pertama kali, sejak dulu kita harus menandu warga jika ingin mendapat perawatan di Puskesmas. Harapan kami, pemerintah segera perbaiki ini jalan agar warga tidak lagi kesulitan," pungkasnya.

Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Sabtu (19/9), tampak sejumlah pria dewasa bergotong royong memikul tandu yang terbuat dari kain sarung dan diberi penyangga bambu. Mereka berjalan kaki melewati jalanan terjal dan berliku sambil membawa Salmawati menuju lokasi yang dapat dijangkau kendaraan.

Dalam perjalanan melintasi jalan yang rusak parah tersebut, tampak pula seorang warga mengibarkan bendera Merah Putih. Seolah menjadi simbol perjuangan masyarakat pedalaman yang harus menghadapi sulitnya akses transportasi akibat infrastruktur jalan yang belum memadai.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jalan Rusak, Pasutri Lansia Ditandu 7 Km ke Puskesmas di Mamasa"
[Gambas:Video 20detik] (ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads