Jerit Keluarga Pasien RSUD Enrekang Dilanda Krisis Air Bersih

Jerit Keluarga Pasien RSUD Enrekang Dilanda Krisis Air Bersih

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 19 Sep 2026 07:00 WIB
RSUD Massenrumpulu (Maspul) Kabupaten Enrekang.
Foto: RSUD Massenrumpulu (Maspul) Kabupaten Enrekang. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Enrekang -

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilanda krisis air bersih imbas suplai PDAM menipis. Kondisi itu membuat keluarga pasien harus membeli air galon dari luar untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).

Krisis air bersih terjadi di RSUD Massenrempulu terjadi sejak Agustus 2026. Keluarga pasien pun mengeluhkan kondisi tersebut karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon.

"Kami sebagai keluarga pasien mengeluhkan kondisi di RSUD Massenrempulu yang sangat kesulitan air untuk dipakai di toilet yang tidak mengalir," kata keluarga pasien berinisial AR kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku terpaksa membeli air galon untuk dipakai di toilet selama mendampingi keluarganya. Dia berharap pihak rumah sakit memberikan solusi agar kondisi itu tidak berlarut-larut.

"Bayangkan untuk kencing saja kami keluarga pasien harus beli di luar dan menenteng masuk galon berisi air untuk dipakai kencing maupun kebutuhan lainnya di toilet," paparnya.

ADVERTISEMENT

Hal senada disampaikan keluarga pasien inisial SA. Dia mengaku selama 7 hari mendampingi keluarganya yang dirawat hanya sekali bisa mandi. Selebihnya dia harus numpang di rumah keluarga untuk mandi dan BAB.

"Ini jujur saya selama 7 hari di rumah sakit jaga pasien tetapi hanya 1 kali mandi di rumah sakit. Selebihnya di rumah keluarga karena efek tidak ada air," keluhnya.

Dia meminta pemerintah daerah dan dinas terkait melihat kondisi di rumah sakit. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi pasien dan keluarga pasien.

"Ya tentunya harapan kami ada perbaikan dan solusi. Jangan dibiarkan pasien dan keluarga pasien kesulitan gegara tidak ada air begini," imbuhnya.

Krisis Air Bersih Sejak Agustus

Plt Direktur RSUD Massenrempulu drg. Epa Sufiana mengakui terjadi krisis air bersih di rumah sakit sejak Agustus 2026. Dia menyebut krisis air bersih terjadi karena suplai air PDAM menipis imbas musim kemarau.

"Mulai saya bertugas 24 Agustus 2026 memang sudah kondisinya kesulitan air. Bahkan jujur menurut informasi sebelum saya masuk pun sudah kesulitan air. Sementara pasokan air kami hanya dari PDAM saja," kata drg. Epa kepada detikSulsel.

Dia menyadari air merupakan kebutuhan vital dalam operasional rumah sakit. Air digunakan untuk kebutuhan Instalasi Gizi, sterilisasi alat di CSSD, mencuci linen kotor di Laundry, hingga pelayanan pasien.

"Suplai air tidak mampu mengcover semua kebutuhan air kami, termasuk di kamar pasien rawat inap," katanya.

Untuk mengatasi kondisi itu, pihaknya mengaku mengusulkan agar ada sumber air lain yang bisa digunakan saat suplai air PDAM minim. Salah satunya dengan membuat sumur bor.

"Sementara berkoordinasi dengan pimpinan terkait rencana pengadaan sumur bor sebagai solusi atas masalah krisis air yang terjadi," ujar Epa.

Terkait keluhan keluarga pasien, Epa mengatakan pihaknya terus berupaya mencari solusi. Dia mengatakan bantuan air bersih sudah masuk dari PDAM dan Polsek Enrekang yang langsung dialirkan ke ruang perawatan pada Jumat (18/9).

"Sudah dialirkan ke semua ruang rawat inap, Pak, selama kurang lebih 20 menit. Mulai siang (hari Jumat)," kata Epa.

Dia memastikan pihak rumah sakit akan terus mengupayakan pengisian air secara rutin ke ruang rawat inap. Dengan langkah tersebut, keluarga pasien diharapkan tidak lagi harus membeli air dari luar.

"Iye. Selalu diusahakan yang terbaik," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads