Tanggal 17 September 2026 Memperingati Apa? Ada HUT PMI-Hari Perhubungan

Tanggal 17 September 2026 Memperingati Apa? Ada HUT PMI-Hari Perhubungan

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 17 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Palang Merah
Ilustrasi tanggal 17 September memperingati HUT PMI. (Foto: Getty Images/Marcelo del Pozo)
Makassar -

Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 17 September 2026 memperingati apa?

Tanggal 17 September 2026 jatuh pada hari Kamis. Di hari ini ada 2 momen penting yang diperingati di Indonesia, yakni HUT PMI dan Hari Perhubungan Nasional.

Selain itu, juga terdapat peringatan nasional di negara lainnya, serta ada pula momen yang diperingati secara global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran dengan momen yang diperingati setiap 17 September 2026?

Nah, dalam artikel ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 17 September 2026, lengkap dengan ulasannya. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.

ADVERTISEMENT

HUT Palang Merah Indonesia

Tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI). Tahun ini PMI merayakan HUT ke-81 tahun sejak didirikan pada 17 September 1945.

Melansir laman resminya, berdirinya PMI berawal dari perintah untuk mendirikan organisasi Palang Merah Nasional oleh Presiden Soekarno pascaproklamasi. Mengikuti arahan Presiden, Dr Buntaran, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan dalam kabinet pertama Indonesia, membentuk Panitia Lima pada 5 September 1945.

Panitia tersebut terdiri dari Dr R Mochtar (Ketua), Dr Bahder Djohan (Sekretaris), Dr Djuhana, Dr Marzuki, dan Dr Sitanala.

PMI pun berhasil didirikan pada 17 September 1945 di bawah kepemimpinan Drs Mohammad Hatta. Tanggal ini kemudian digunakan sebagai peringatan HUT PMI.

Dalam ketentuan Gerakan Palang Merah Internasional, setiap negara hanya memiliki satu perhimpunan Palang Merah nasional. Maka, pada 16 Januari 1950 pemerintah Belanda membubarkan NERKAI, organisasi palang merah miliknya yang berbasis di Indonesia. Selanjutnya aset NERKAI diserahkan kepada PMI.

Penyerahan tersebut diwakili oleh Dr B Van Trich dari NERKAI dan Dr Bahder Djohan dari PMI.

PMI memulai kegiatan dengan memberikan bantuan kepada korban Perang Kemerdekaan Indonesia dan memulangkan tawanan perang Sekutu dan Jepang. Berkat upayanya, PMI menerima pengakuan internasional dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada 15 Juni 1950, dan menjadi anggota Palang Merah Internasional.

Hari Perhubungan Nasional

Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) diperingati setiap tanggal 17 September. Melansir laman Dishub Provinsi Banten, peringatan Harhubnas ini didasarkan pada Keputusan Menteri Perubunngan Nomor SK 274/G/1971 pada tanggal 26 Agustus 1971.

Keputusan Menteri tersebut memuat tentang Hari Perhubungan Nasional, hari jadi atau hari bakti dari setiap organisasi/lembaga sektor perhubungan disatukan menjadi Harhubnas yang kemudian diperingati setiap tanggal 17 September.

Sesuai dengan SK nomor 274/G/1971 tanggal 26 Agustus 1971, peringatan Harhubnas memiliki 3 tujuan utama, yaitu: (1) Meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa insan perhubungan dengan mitra kerja jasa perhubungan pada umumnya; (2) Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab untuk selalu ikut membudayakan peningkatan pelayanan yang lebih baik; (3) Meningkatkan penghayatan dan pengamalan Lima Citra Manusia Perhubungan.

Peringatan Harhubnas ini bukan sekadar mengenang hari kelahiran atau ulang tahun organisasi/lembaga di bidang Perhubungan Nasional, melainkan sebuah momentum untuk mendorong segenap insan perhubungan untuk terus berkarya dan bekerja bersama membangun bangsa.Hari Konstitusi

Tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Konstitusi di Amerika Serikat. Melansir National Today, hari ini untuk mengenang penandatanganan Konstitusi Amerika Serikat, dokumen penting yang menjadi dasar sistem pemerintahan Amerika Serikat sekaligus menjamin berbagai hak dasar warga negara.

Setelah Revolusi Amerika membebaskan koloni-koloni Amerika dari kekuasaan Inggris, para Bapak Pendiri Amerika ingin memastikan bahwa pemerintah baru tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Dalam Konvensi Konstitusi pada 1787, para delegasi dari 12 dari 13 negara bagian yang baru terbentuk berkumpul untuk menyusun dokumen yang akan menjadi dasar bagi seluruh hukum Amerika Serikat di masa depan.

Konstitusi menetapkan tiga cabang pemerintahan dengan kekuasaan yang setara, yang kemudian dikenal sebagai sistem "checks and balances" atau mekanisme saling mengawasi dan menyeimbangkan kekuasaan. Setiap cabang pemerintahan memiliki kewenangan untuk membatasi kekuasaan cabang lainnya. Sementara itu, kewenangan yang tidak diberikan kepada salah satu dari tiga cabang pemerintahan diserahkan kepada masing-masing negara bagian.

Para delegasi dalam Konvensi Konstitusi memiliki dua pilihan dalam menentukan kerangka lembaga legislatif yang baru. Virginia Plan, yang didukung negara bagian dengan jumlah penduduk lebih besar, mengusulkan sistem perwakilan berdasarkan jumlah penduduk.

Sementara itu, New Jersey Plan mengusulkan jumlah perwakilan yang sama bagi setiap negara bagian. Solusi dua kamar legislatif yang dikenal sebagai Great Compromise menggabungkan unsur dari kedua rencana tersebut dan masih digunakan hingga saat ini.

Konstitusi juga mengatur tugas dan kewenangan cabang yudikatif serta eksekutif, mekanisme pemilihan presiden, dan berbagai ketentuan lainnya.

Para Bapak Pendiri Amerika menyadari bahwa masyarakat terus berkembang sehingga Konstitusi membutuhkan mekanisme untuk melakukan perubahan. Namun, mereka juga ingin memastikan bahwa perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari banyak negara bagian. Untuk mengubah Konstitusi, sebuah amendemen yang diusulkan harus diratifikasi oleh tiga perempat negara bagian.

Pada 1940, Kongres dan Presiden Amerika Serikat mengesahkan resolusi yang menetapkan "I Am an American Day", yang diperingati pada hari Minggu ketiga bulan Mei. Pada 1952, hari peringatan tersebut berganti nama menjadi "Constitution Day" dan dipindahkan ke 17 September, bertepatan dengan tanggal penandatanganan Konstitusi pada 1787.

Lebih dari 50 tahun kemudian, pada 2004, Kongres kembali mengubah nama peringatan tersebut menjadi "Constitution Day and Citizenship Day" atau Hari Konstitusi dan Kewarganegaraan.

Hari Musik Country Internasional

Hari Musik Country Internasional diperingati setiap 17 September untuk merayakan kekayaan sejarah dan perkembangan musik country. Berawal dari musik folk dan blues hingga berkembang menjadi genre yang populer di berbagai negara, musik country dikenal melalui lagu-lagu yang menyampaikan cerita dan pengalaman kehidupan.

Meskipun Hari Musik Country Internasional baru menjadi peringatan yang dikenal secara global sejak 2003, musik country sendiri mulai berkembang di Amerika Serikat pada 1920-an. Melansir laman National Today, genre ini merupakan perpaduan dari berbagai jenis musik, seperti Delta blues, musik folk Appalachia, musik Cajun, Creole Zydeco, dan sejumlah aliran lainnya.

Saat ini, musik country pada era awal kerap disebut sebagai "Old Country" dan telah populer sejak 1950-an. Pada masa keemasan tersebut, musisi seperti Johnny Cash, Waylon Jennings, Willie Nelson, dan tentunya Hank Williams menghasilkan lagu-lagu yang meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar.

Karya mereka banyak mengangkat kisah kehidupan penuh perjuangan dan berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Tanggal 17 September dipilih sebagai Hari Musik Country Internasional karena bertepatan dengan hari ulang tahun Hank Williams.

Hank Williams meninggalkan banyak karya musik country yang dikenal hingga kini, seperti Cold Cold Heart dan Lost Highway. Bahkan, seluruh 35 singel yang direkamnya berhasil masuk 10 besar tangga lagu Billboard Country & Western Bestsellers, dengan 11 di antaranya mencapai posisi nomor satu.

Ketika membicarakan musik country, nama Hank Williams pun kerap menjadi salah satu yang pertama disebut. Keterkaitan antara tanggal kelahirannya dengan Hari Musik Country Internasional menjadi bentuk penghormatan terhadap salah satu ikon penting dalam sejarah musik country.

Musik country hingga kini terus berkembang dan memiliki penggemar di berbagai belahan dunia. Hari Musik Country Internasional dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh genre musik ini dan memahami alasan banyak orang menyukainya.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia

Hari Keselamatan Pasien Sedunia juga diperingati setiap 17 September. Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global dan mendorong berbagai upaya dalam meningkatkan keselamatan pasien di layanan kesehatan.

Peringatan ini mengajak setiap negara untuk menempatkan keselamatan dan kesejahteraan pasien sebagai prioritas, sekaligus berupaya mencegah kesalahan dan praktik yang dapat membahayakan pasien.

Melansir laman National Today, keselamatan pasien menekankan pentingnya mencegah atau mengurangi risiko, kesalahan, dan dampak buruk yang sebenarnya dapat dihindari selama pasien menerima pelayanan kesehatan. Hari Keselamatan Pasien Sedunia merupakan salah satu dari 11 kampanye kesehatan global yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Isu keselamatan pasien semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kompleksitas sistem pelayanan kesehatan dan bertambahnya kasus pasien yang mengalami dampak buruk akibat kesalahan maupun kelalaian. Kasus bahaya yang dialami pasien akibat kesalahan dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu penyebab utama kematian dan dampak kesehatan di berbagai negara.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa negara berpenghasilan rendah hingga menengah mencatat lebih dari 134 juta kasus dampak buruk terhadap pasien setelah menerima pelayanan medis. Kondisi tersebut dikaitkan dengan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahunnya.

Sementara itu, di negara berpenghasilan tinggi, sekitar satu dari 10 pasien mengalami komplikasi setelah menerima pelayanan medis.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia ditetapkan pada Mei 2019 setelah Majelis Kesehatan Dunia mengadopsi resolusi mengenai aksi global untuk keselamatan pasien.

Kampanye ini berawal dari serangkaian Global Ministerial Summits on Patient Safety yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2016, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan internasional.

Tenaga kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien dengan menerapkan berbagai praktik yang aman dalam memberikan pelayanan. Langkah tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memberikan pasien akses terhadap rekam medis dan catatan kesehatannya.

Selain itu, pasien dan keluarga atau pendampingnya juga perlu dilibatkan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatan. Mereka perlu memahami dengan jelas berbagai pilihan yang tersedia, baik dalam proses diagnosis maupun pengobatan, sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keselamatan selama menerima perawatan.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads