Menu MBG Ayam Bumbu Kuning Terkontaminasi Bakteri Pemicu Keracunan di Tator

Menu MBG Ayam Bumbu Kuning Terkontaminasi Bakteri Pemicu Keracunan di Tator

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Jumat, 11 Sep 2026 15:00 WIB
Siswa dan guru SMP di Tana Toraja diduga keracunan MBG.
Foto: Siswa dan guru SMP di Tana Toraja diduga keracunan MBG. (Ricdwan/detikSulsel)
Tana Toraja -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), mengungkap hasil uji laboratorium menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga pemicu 196 siswa dan guru SMP keracunan. Menu ayam yang dimasak bumbu kuning ternyata terkontaminasi bakteri yang membuat korban mengalami gangguan pencernaan.

"Adanya cemaran mikrobiologi/ bakteri Escherichia Coli pada sampel yang diuji ayam masak bumbu kuning ini," kata Kepala Dinkes Tator Yosefina Rombetasik kepada detikSulsel, Kamis (11/9/2026).

Temuan berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM Makassar. Hal ini merujuk dalam surat Kepala BPOM Makassar No:T-PW.04.08.50B.09.26.756 tanggal 9 September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Bakteri Escherichia Coli) dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti diare, mual, muntah dan sakit perut," jelasnya.

BPOM juga telah memeriksa sampel menu MBG berupa nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel, dan labu siam, serta ikan nila. Hasil pemeriksaan makanan itu tidak mengandung zat kimia maupun mikrobiologi.

ADVERTISEMENT

"Secara alami sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil karena penyerapan nitrat dari tanah atau air yang kemudian diubah oleh aktivitas bakteri," ujarnya.

Diketahui, ratusan korban mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Data Satgas MBG Tator hingga Rabu (9/9) pukul 09.00 Wita, total 196 siswa dan guru diduga mengalami keracunan. Total 193 orang di antaranya telah dipulangkan, sedangkan 3 pasien masih dirawat.

"Sudah 193 orang yang dipulangkan. Masih ada 3 orang yang dirawat inap tapi saya sudah minta pak direktur untuk terus memantau kondisinya," ujar Yosefina saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads