Siswa dan guru SMP yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), bertambah menjadi 196 orang. Total 193 orang di antaranya telah dipulangkan, sedangkan 3 pasien masih dirawat.
"Hingga jam 09.00 Wita hari ini, totalnya 196 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja, Yosefina Rombetasik saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (9/9/2026).
Ratusan pasien sebelumnya dilarikan di 6 fasilitas kesehatan yakni RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih Toraja, RS Fatima Makale, Puskesmas Batusura, Puskesmas Rembon, dan Puskesmas Makale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 193 orang telah dipulangkan setelah kondisinya berangsur membaik. Sementara 3 orang masih dirawat yang 2 orang di antaranya di RSUD Lakipadada dan 1 lainnya di RS Fatima Makale.
"Sudah 193 orang yang dipulangkan. Masih ada 3 orang yang dirawat inap tapi saya sudah minta pak direktur untuk terus memantau kondisinya," ujarnya.
Diketahui, ratusan korban mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.
Sekda Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo yang juga Ketua Satgas MBG Tator menegaskan, dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru masih diselidiki. Dia enggan berspekulasi soal MBG diduga menjadi pemicu.
"Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri ataukah virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah," ungkap Rudhy.
Dinkes Tator bersama aparat Kepolisian telah mengambil sampel MBG yang sempat disajikan kepada korban. Sampel itu dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar untuk diperiksa.
"Artinya bahwa kita tetap praduga tidak bersalah, dinas kesehatan sudah melakukan pengambilan sampel muntah dan sisa makanan yang dikirimkan ke BPOM Makassar," jelasnya.
