PDAM Kota Kendari melalukan penyesuian distribusi air ke pelanggan buntut debit Sungai Anggoya. Musim kemarau membuat suplai air menurun dari sekitar 40 liter per detik menjadi 36 liter per detik.
"Debit Sungai Anggoya sebelumnya sekitar 40 liter per detik, sekarang tersisa sekitar 36 liter per detik," ujar Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Anoa (PDAM) Kota Kendari Sukriyaman kepada detikcom, Kamis (10/9/2026).
PDAM Kendari selama ini memiliki tiga sumber air baku. Selain Sungai Anggoya, PDAM Kendari juga mengambil air dari Sungai Pohara dan Sungai Wanggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sungai Pohara dan Sungai Wanggu masih stabil (pasokan airnya)," kata Sukriyaman.
Menurut Sukriyaman, penurunan debit tersebut membuat PDAM Kendari melakukan penyesuaian distribusi air di wilayah pelayanan Anggoya. Meski durasi pengaliran dikurangi, pelayanan kepada pelanggan secara umum masih berjalan relatif stabil.
"Untuk distribusi cenderung stabil, hanya pelayanan Anggoya yang kami sesuaikan. Durasi distribusi yang sebelumnya enam jam dikurangi menjadi empat jam," jelas Sukriyaman.
Penyesuaian durasi pengaliran dilakukan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kondisi ketersediaan air baku selama musim kemarau. Meski begitu, PDAM memastikan pelayanan di wilayah Anggoya tetap berjalan meski waktu distribusinya dikurangi.
"Pelayanan Anggoya tetap berjalan, hanya durasinya yang kami sesuaikan dengan kondisi debit air baku," pungkas Sukriyaman.
