Marak Antrean BBM di SPBU, Gubernur Sulsel Minta Warga Tak Panic Buying

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Kamis, 10 Sep 2026 11:55 WIB
Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan rombongan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. (dok. istimewa)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying alias pembelian secara berlebihan di tengah maraknya antrean BBM di sejumlah SPBU. Andi Sudirman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi agar distribusinya tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menerima audiensi Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemprov Sulsel terkait pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU bagi pemerintah daerah 24 Kabupaten/Kota.

"Kita telah membentuk Satgas juga dan kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panic buying, pembelian BBM," kata Andi Sudirman.

Berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, Andi Sudirman menyebut stok BBM tersedia di SPBU, termasuk layanan yang beroperasi 24 jam. Namun peningkatan permintaan terhadap BBM bersubsidi turut menyebabkan kepadatan dan antrean di sejumlah SPBU.

"Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi," ujarnya.

Di tengah kondisi itu, Andi Sudirman meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kepanikan justru dapat memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Selain peningkatan permintaan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan di lapangan. Temuan itu di antaranya, pengisian BBM secara berulang meskipun BBM sebelumnya belum dimanfaatkan, hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.

"Tidak sedikit ada di lapangan ditemukan kondisi-kondisi yang mengindikasikan kecurangan, baik daripada pengisian berulang tanpa dimanfaatkan BBM yang sudah diisi hari sebelumnya. Yang kedua kadang-kadang modifikasi tangki," jelasnya.

Untuk mencegah praktik tersebut, pengawasan akan diperketat. Pemeriksaan akan dilakukan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran, termasuk menindak oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

"Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut," tegas Andi Sudirman.

Andi Sudirman juga mengingatkan agar pemilik kendaraan dan para pengemudi mematuhi regulasi yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara melakukan pengisian berulang atau menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

"Kami mohon kepada pemilik kendaraan, termasuk sopir dan kendaraan sendiri, kita akan perketat ke depan. Saya mohon kerja samanya karena banyak masyarakat yang sedang mengantri dan memang betul-betul butuh," imbuhnya.

Pengawasan akan melibatkan unsur kepolisian, Pertamina, serta jajaran Pemprov Sulsel. Tim di lapangan akan terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran dan pengisian BBM di SPBU.

Pemprov Sulsel juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Hal itu mengingat kebijakan dan kewenangan terkait BBM berada dalam koordinasi pemerintah pusat.

Dia kembali mengajak warga agar tidak melakukan panic buying. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan agar distribusi BBM dapat berjalan dengan baik dan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh BBM secara wajar.

"Kami meminta kepada semua tertib dalam pengisian. Kami mohon kerja samanya kepada masyarakat yang kami cintai dan tetap sabar," pungkasnya.



Simak Video "Andi Sudirman Sulaiman Bicara Strategi Multi Years Project Sulsel"

(sar/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork