Ulah Siswa SMPN 2 Pinrang Santai Main Judi di Sekolah

Ulah Siswa SMPN 2 Pinrang Santai Main Judi di Sekolah

Tim detiksulsel - detikSulsel
Rabu, 09 Sep 2026 06:45 WIB
Siswa SMPN 2 Pinrang bermain judi domino di sekolah.
Foto: dok istimewa
Pinrang -

Sebanyak 8 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pinrang menuai sorotan usai ketahuan bermain judi domino di lingkungan sekolah. Kini para siswa tersebut terancam dikeluarkan dari sekolah.

Kepala UPT SMPN 2 Pinrang, Dalle mengatakan para siswa itu bermain judi domino di lingkungan sekolah pada Kamis (3/9). Saat itu sedang jam istirahat sekolah.

"Mereka melakukan hal tersebut di area belakang sekolah pada saat jam istirahat," ujar Dalle kepada wartawan, Selasa (8/9/2026)..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak sekolah langsung mengambil tindakan dengan memanggil para siswa dan orang tuanya sehari setelah kejadian. Para siswa itu kemudian diberitakan teguran.

"Sudah kami berikan tindakan teguran dan memanggil orang tua mereka agar kejadian ini tidak berulang," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Aksi para siswa itu juga viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak sejumlah siswa SMPN 2 Pinrang bersimpuh dan jongkok melingkar sedang bermain domino.

Sejumlah uang pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu terlihat dipasang sebagai taruhan. Para siswa saling bersahutan sambil mengambil dan membagi uang hasil pasangan.

Siswa Main Judi Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang Andi Matjtja Moenta telah mendatangi SMP Negeri 2 Pinrang untuk membahas kasus tersebut pada Selasa (8/9) pagi. Hadir dalam pertemuan yakni pihak sekolah, orang tua siswa, hingga aparat kepolisian.

"Tadi sebagai bentuk penanganan, Pak Kadis bersama Kanit PPA Polres Pinrang, Babinsa, Unit Layanan Disabilitas dan Konseling Keluarga Dikbud Pinrang, serta pihak sekolah (SMPN 2 Pinrang) melakukan pertemuan membahas terkait kasus tersebut (judi siswa)," kata Sekretaris Dikbud Pinrang, Muhtar kepada detikSulsel, Selasa (8/9).

Dia mengatakan orang tua dari 8 siswa yang melakukan judi domino hadir dalam pertemuan itu. Mereka kemudian menandatangani surat pernyataan menerima konsekuensi dikeluarkan dari sekolah apabila pelanggaran serupa atau hal lain yang merusak aturan sekolah terulang kembali.

"Seluruh orang tua dari 8 siswa juga telah kami panggil untuk membahas masalah yang terjadi dan ada surat yang ditandatangani orang tua bahwa ada konsekuensi ini para siswa akan menerima sanksi dikeluarkan jika terbukti ke depan masih melakukan pelanggaran serupa," bebernya.

Muhtar menuturkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) akan melakukan asesmen untuk melihat kondisi dan persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Hasil asesmen nantinya menjadi dasar Dikbud menentukan tindak lanjut bagi sekolah.

"Nanti ULD asesmen, dari situ nanti kami tindaklanjuti dan lihat kelalaian di mana dan apa tindak lanjutnya," ujarnya.

Dia menegaskan pihaknya tidak hanya berfokus pada siswa yang terlibat. Dikbud juga akan melihat sistem pengawasan di sekolah untuk mengetahui apakah terdapat celah atau kelalaian yang memungkinkan kejadian tersebut terjadi.

"Bukan diusut, tapi memeriksa keseluruhan akar masalah untuk kami buatkan tindak lanjut penanganan dan pencegahan serta pembinaan agar tidak terjadi lagi dan terjadi di sekolah lain," kata Muhtar.

Dikbud Pinrang juga telah mengeluarkan surat kepada seluruh kepala sekolah untuk memperkuat pengawasan terhadap peserta didik. Surat tersebut menjadi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lain.

"Sudah juga kami keluarkan surat ke semua kepala sekolah untuk pencegahan kasus seperti itu terulang," pungkas Muhtar.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads