Renungan Harian Katolik Selasa 8 September 2026 dapat menjadi sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak dalam doa dan permenungan. Melalui bacaan Kitab Suci dan renungan, umat diajak untuk semakin memahami sabda Tuhan serta menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Membaca renungan harian juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan rohani untuk mengawali maupun mengakhiri aktivitas. Di tengah berbagai kesibukan, waktu untuk merenungkan firman Tuhan memberi kesempatan bagi umat untuk menata hati, memperkuat iman, dan mensyukuri penyertaan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan.
Renungan Harian Katolik Selasa, 8 September 2026, dilengkapi dengan bacaan Kitab Suci yang dapat digunakan sebagai bahan refleksi dan doa pribadi. Berikut bacaan dan renungan selengkapnya yang dapat disimak.
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 8 September 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: 1 Kor 5:1-8
Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku?sama seperti aku hadir?telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Mzm 5:5-6.7.12
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
Bacaan Injil: Luk 6:6-11
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Renungan Hari Ini Selasa 8 September 2026: Yang Terkecil Sekalipun dalam Perkenaan Tuhan akan Menjadi Berkat
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari antaramu akan bangkit bagi-Ku seorang yang memerintah Israel, yang asalnya sudah sejak dahulu, sejak zaman dahulu. (Mi. 5:1)
Yang terkecil biasanya diabaikan dan diremehkan dunia, tapi Tuhan memilihnya menjadi pembawa pengharapan besar. Lihatlah Betlehem, kota kecil, jauh lebih kecil daripada Yerusalem atau Samaria atau kota-kota besar lainnya pada zaman Yesus, tapi dari sana lahirlah Mesias.
Lihatlah Maria, gadis desa yang sederhana, yang pesta kelahirannya kita rayakan hari ini, dari dia lahirlah Yesus Sang Immanuel. Dialah Bunda Allah.
Bicara tentang hal yang kecil, aku ingat akan pengalamanku sendiri. 17 Desember tahun lalu, aku join ke sebuah agency yang relatif besar.
Aku datang sebagai orang baru, tanpa pengalaman, tanpa apa-apa. Minder rasanya berhadapan dengan para senior yang hebat, berpengalaman, dengan segudang prestasi. Aku 'Betlehem' di kantor itu.
Sebagaimana umumnya agency, prestasi diukur berdasarkan pencapaian target; dan karena itu Desember, pencapaian ditutup per 31 Desember. Tinggal tersisa beberapa hari.
Bagaimana aku bisa mencapai target? Aku baru tahu satu produk, belum mendalami industri, masih belajar bagaimana mengelola ketidaksetujuan. Tapi ternyata Tuhan pakai 'yang kecil' ini.
Dalam 2 minggu aku bisa ketemu klien yang tepat, dengan produk yang tepat, sehingga aku malah mendapatkan promosi dengan pencapaianku. Prestasi tersendiri karena jarang yang dapat mencapai target promosi itu dalam kurun waktu dua minggu.
Bukan karena aku hebat. Tapi karena aku mau jalan dengan rendah hati, siap belajar, dan percaya Tuhan buka pintu. Dari 'yang kecil' itu, Tuhan titipkan berkat yang juga menjadi berkat buat orang lain.
Kelahiran Maria mengingatkan kita bahwa kita pun dipanggil. Kita diundang untuk juga menjawab, "Aku ini hamba Tuhan".
Mungkin kita merasa 'kecil' di keluarga, kantor, atau komunitas. Tapi Tuhan mau hadir lewat hidup kita yang sederhana.
Tuhan tidak butuh kita besar, dia butuh kita mau dipakai. Mau dipakai? Mari mulai dengan taat pada hal kecil dahulu.
Jangan pernah berkecil hati melihat kekurangan diri. Kekuranganku, kekuranganmu, dalam perkenan Tuhan tetap bisa jadi berkat bagi yang lain.
Doa
Ya Allah, Engkau telah menunjukkan kepada kami, bahwa kekecilan dan kekerdilan kami tidak pernah menjadi masalah bagi-Mu, asalkan kami tetap setia dan rendah hati mengikuti jalan-Mu. Tolonglah kami, agar selalu mau menyediakan diri menjadi alat-Mu, sehingga hidup kami bermanfaat bagi perluasan Kerajaan-mu di dunia.
Semoga melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan kami, meski remeh dan kecil, boleh menjadi pujian bagi naта-Ми. Demi Yesus Putra-Mu, Tuhan dan Juru Selamat kami, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Selasa, 8 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!
Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"
(alk/alk)