Horor Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Warga Makassar hingga Toraja

Horor Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Warga Makassar hingga Toraja

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 08 Sep 2026 07:45 WIB
Kebakaran hebat di pasar Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menghanguskan 40 rumah dan kios, menewaskan 11 orang.
Foto: dok istimewa
Paniai -

Kebakaran pasar di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menewaskan 11 orang termasuk di antaranya enam orang anak-anak. Seluruh korban disebut perantau asal Kota Makassar hingga Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kebakaran maut tersebut tepatnya melanda Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, pada Senin (7/9) pukul 00.25 WIT. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah rumah yang berdempetan.

"Besarnya kobaran api serta kondisi rumah kios yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama," ujar Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung kepada detikcom, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henry mengatakan pihaknya mengerahkan satu unit kendaraan taktis (Rantis) Water Cannon. Setelah api berhasil dipadamkan, aparat menyisir bangunan yang terbakar dan menemukan 11 orang meninggal.

"Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk proses penanganan lebih lanjut. Dari 11 korban, lima di antaranya merupakan orang dewasa," bebernya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun mengungkapkan bahwa korban merupakan perantau asal Sulsel. Korban mayoritas berasal dari Makassar hingga Tana Toraja.

"Korban kebakaran 100% itu pendatang. Pendatang itu, rumah pendatang dan itu semi-permanen," kata Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun kepada detikcom, Senin (7/9/2026).

Korban yang meninggal di antaranya NA (70), WA (36), HA (30), RF (28), dan HE (30). Sementara enam korban meninggal lainnya masih anak-anak, yakni AS (9), AB (6), AD (5), AR (9), IC (6), dan AY (2).

"Rata-rata di kios itu kan rata-rata orang Makassar, orang Bugis, orang Toraja Jadi mereka belum melaporkan secara detail kepolisian terkait dengan harta benda mereka, barang berharga mereka begitu," katanya.

Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

Berdasarkan pendataan, kebakaran horor tersebut menghanguskan 49 bangunan rumah dan kios. Selain itu, 148 orang dilaporkan mengungsi ke polsek, masjid dan rumah kerabat.

"Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi 148 orang," kata AKBP Roycke.

Terkait penyebab kebakaran, Roycke menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman. Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Kalau indikasi untuk penyebab kebakaran ini masih oleh TKP Satreskrim Polres Paniai karena kita tidak bisa berbicara dengan satu alat bukti," jelasnya.

"Ini sementara CCTV masih kami kumpulkan di dekat TKP. CCTV yang ada di masyarakat yang ada di kantor-kantor itu sementara kami masih kumpulkan," lanjutnya.

Roycke juga memastikan kebakaran tersebut tidak ada kaitannya dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia kembali menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih didalami.

"Kalau indikasi terkait dengan dalam hal ini gangguan KKB, itu tidak, tidak. Itu bukan faktor dari KKB atau simpatisan KKB. Tidak ada ini faktor daripada KKB dan sempatisan KKB yang melakukan tindakan ini," imbuhnya.

Sementara korban luka masih dalam proses pendataan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

"Kita lagi pendataan ini kan perawatan itu kan ada luka sedang, luka berat, luka ringan. Estimasi kerugian sementara kita masih di atas Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar," jelasnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads