Empat pendaki yang sempat terjebak saat kebakaran Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami kesurupan. Keempatnya kini telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing.
Relawan SAR Pramuka Peduli, Ondong, mengatakan empat pendaki tersebut mengalami kesurupan saat proses evakuasi berlangsung. Mereka merupakan pendaki yang sempat terjebak ketika kebakaran terjadi.
"Iya memang benar ada tadi pendaki yang sempat mengalami kesurupan. Jumlahnya tadi ada 4 orang yang alami kesurupan," kata Ondong kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ondong mengatakan lokasi kejadian kesurupan berbeda-beda. Sebagian pendaki mengalami kesurupan ketika masih berada di jalur, sedangkan lainnya sudah sampai di tempat istirahat penjemputan.
"Yang alami kesurupan tadi itu pendaki yang sempat terjebak saat kebakaran terjadi. Lokasi kesurupannya itu ada yang di jalur, ada juga yang sudah sampai di tempat istirahat penjemputan," ungkapnya.
Ondong menyebut warga menduga kondisi tersebut dipicu kelelahan setelah para pendaki berada di jalur saat kebakaran terjadi. Kondisi jalur yang masih rimbun dengan pepohonan besar juga menjadi salah satu faktor yang disebut warga.
"Menurut warga tadi itu 4 orang ini kesurupan karena efek kecapean. Ditambah lagi dengan jalurnya memang yang masih rimbun pepohonan besar," ujarnya.
Keempat pendaki tersebut kemudian mendapat penanganan dari warga. Setelah kondisinya membaik, mereka telah meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.
"Tetapi tadi yang kesurupan itu sudah ditangani sama warga dan sudah sekarang mereka sudah kembali semua ke rumahnya," kata Ondong.
Sementara itu, kondisi Gunung Bulu Saukang saat ini masih dalam pemantauan. Petugas kehutanan masih memantau sejumlah titik api yang dilaporkan masih menyala.
"Kalau kondisi sekarang itu sisa pemantauan dulu ini titik-titik api yang masih menyala dari pihak kehutanan," pungkas Ondong.
Diketahui, api mulai terlihat sekitar pukul 20.00 Wita, malam tadi. Para pendaki yang berada di puncak kemudian diarahkan turun melalui jalur alternatif.
"Kejadiannya tadi Isya sekitar jam 8 malam tadi mulai muncul titik api. Banyak tadi pendaki langsung dievakuasi," kata Ondong.
