Hujan mengguyur wilayah Belopa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah dua bulan dihantam kekeringan saat musim kemarau. Hujan perdana tersebut berlangsung sekitar dua jam.
"Alhamdulillah hujan mi di Belopa, lumayan deras dan lama," kata seorang warga bernama Pika kepada detikSulsel, Sabtu (5/9/2026).
Hujan mengguyur wilayah Belopa pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 12.00-14.00 Wita. Selain Belopa, hujan dilaporkan juga mengguyur Kecamatan Suli. dan Suli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Belopa deras, saya tidak tahu kalau di Suli, cuma na bilang juga temanku hujan juga," bebernya.
Warga menyambut positif hujan ini. Menurut Pika, kemarau panjang menjadikan beberapa tanaman kering dan mati.
"Bagus mi ini kodong, itu kemarin kering kerontang mi itu sawah," ucap Pika.
Dampak kekeringan saat kemarau sangat dirasakan petani. Hasil komoditas pangan banyak yang mati. Situasi ini juga membuat harga pangan naik.
"Itu lombok sampai mi Rp 95 ribu satu kilo, karena na bilang petani banyak sekali mati lomboknya," jelasnya.
