Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 5 September 2026 memperingati apa?
Tanggal 5 September 2026 jatuh pada hari Sabtu. Di hari ini tidak ada momen penting yang diperingati di Indonesia.
Meski demikian, terdapat sejumlah momen yang diperingati secara global. Penasaran dengan momen yang diperingati setiap 30 Juli?
Nah, dalam artikel ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 5 September 2026, lengkap dengan ulasannya. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.
Hari Amal Internasional
Hari Amal Internasional diperingati secara global setiap 5 September 2026. Hari peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2012 melalui Resolusi A/RES/67/105.
Melansir laman resmi PBB, Hari Amal Internasional ini didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menggerakkan masyarakat, organisasi nonpemerintah (NGO), serta berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk membantu sesama melalui kegiatan sukarela dan filantropi.
Adapun 5 September dipilih sebagai tanggal peringatan karena bertepatan dengan hari wafat Bunda Teresa dari Kalkuta. Bunda Teresa merupajan penerima Nobel Perdamaian pada 1979 "atas upayanya dalam perjuangan mengatasi kemiskinan dan penderitaan, yang juga menjadi ancaman bagi perdamaian".
Bunda Teresa merupakan biarawati sekaligus misionaris yang terkenal. Ia lahir dengan nama Agnes Gonxha Bojaxhiu pada 1910.
Pada 1928, ia pergi ke India dan mengabdikan dirinya untuk membantu masyarakat miskin dan terlantar. Pada 1948, ia menjadi warga negara India dan pada 1950 mendirikan tarekat Misionaris Cinta Kasih (Missionaries of Charity) di Kolkata (Kalkuta), yang kemudian dikenal karena kiprahnya membantu masyarakat miskin dan orang-orang yang sekarat di kota tersebut.
Selama lebih dari 45 tahun, Bunda Teresa melayani masyarakat miskin, orang sakit, anak yatim, dan orang-orang yang berada di penghujung hidup. Ia juga memimpin perluasan Misionaris Cinta Kasih, pertama di India dan kemudian ke berbagai negara lain, termasuk mendirikan rumah penampungan dan tempat perawatan bagi masyarakat termiskin serta tunawisma.
Kiprah Bunda Teresa mendapat pengakuan dan penghargaan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian. Bunda Teresa meninggal dunia pada 5 September 1997 dalam usia 87 tahun.
Hari Jenggot Sedunia
Hari Jenggot Sedunia diperingati setiap Sabtu pertama bulan September. Tahun ini peringatan tersebut jatuh pada 5 September 2026.
Melansir laman National Today, peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap jenggot yang menjadi salah satu simbol maskulinitas dan ketangguhan. Hari ini merayakan sejarah panjang serta makna budaya jenggot, mulai dari simbol kebijaksanaan pada masa lampau hingga menjadi bagian dari tren fesyen modern.
Jauh sebelum krim cukur dan pisau cukur ditemukan, manusia gua sudah memelihara jenggot. Meski dipercaya menggunakan cangkang kerang sebagai pengganti pisau cukur, manusia pada masa itu umumnya digambarkan memiliki jenggot lebat dan tidak terawat. Sekitar 4.000 SM, kebiasaan mencukur mulai dikenal sehingga jenggot mulai dipangkas atau dicukur hingga habis.
Salah satu bentuk awal krim cukur diketahui telah dibuat oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia. Sepanjang sejarah, jenggot memiliki kedudukan dan makna yang penting, mulai dari digunakan dalam peperangan hingga menjadi simbol kekuasaan dan dominasi.
Saat ini, memelihara jenggot bukan lagi menjadi kebiasaan umum di sebagian besar wilayah dunia, kecuali di dunia Arab, tempat jenggot dianggap sebagai sesuatu yang penting. Tren jenggot dari masa ke masa pun beragam, termasuk gaya lumberjack, biker, hingga gaya klasik.
Asal-usul Hari Jenggot Sedunia tidak diketahui secara pasti. Namun, sejumlah sejarawan menyebut bahwa bangsa Viking dari Denmark telah memiliki perayaan untuk menghormati jenggot sejak sekitar tahun 800 M.
Tentu saja, pada masa itu belum ada sumber informasi yang dapat memastikan jenggot diperingati setiap tahun pada tanggal tertentu. Saat ini, perayaan Hari Jenggot Sedunia digelar di berbagai wilayah dengan beragam bentuk kegiatan.
Pada 1600-an, seniman Flemish bernama Sir Anthony van Dyck melukis potret para bangsawan dengan gaya jenggot dan kumis yang meruncing. Gaya tersebut kemudian dikenal sebagai Van Dyke. Lilin atau pomade digunakan untuk membentuk jenggot, kemudian dirapikan menggunakan sisir atau sikat. Para pria pada era tersebut bahkan sangat memperhatikan bentuk jenggot mereka dan memastikan bentuknya tetap terjaga ketika tidur.
Hari Samosa Sedunia
Hari Samosa Sedunia diperingati setiap 5 September. Hari peringatan ini mengajak masyarakat untuk menikmati kudapan gurih dan renyah yang satu ini.
Samosa merupakan hidangan berbentuk pastry goreng yang biasanya berisi kentang berbumbu, kacang polong, atau daging. Melansir laman National Today, makanan ini menjadi salah satu yang banyak digemari di berbagai belahan dunia.
Berlawanan dengan anggapan yang selama ini berkembang, samosa tidak berasal dari India meskipun makanan ini sangat populer di negara tersebut. Samosa diyakini berasal dari Timur Tengah sebelum abad ke-10 dan kemudian dibawa ke India oleh para pedagang sekitar abad ke-13 dan ke-14.
Kini, samosa begitu digemari di India sehingga makanan ini dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari rumah, restoran mewah, hingga pedagang kaki lima.
Samosa telah disebut dalam literatur gastronomi sejak abad ke-10. Sejumlah teks Persia abad pertengahan menyebut istilah "sanbosag", yang merupakan salah satu bentuk awal samosa sekaligus kerabat dari pastry berbentuk piramida khas Persia yang disebut "samsa".
Catatan sejarah juga menyebut istilah seperti "sambusak", "sabusaq", dan "sanbusaj", yang merujuk pada kudapan berbentuk segitiga kecil berisi daging cincang. Kudapan tersebut biasa disantap para pedagang yang melakukan perjalanan di sekitar perapian dan dibawa dalam kantong pelana sebagai bekal selama perjalanan jauh.
Berdasarkan berbagai catatan tersebut, para pedagang melakukan perjalanan dari Asia Tengah menuju Afrika Utara, Asia Timur, dan Asia Selatan, sekaligus membawa samosa ke wilayah-wilayah tersebut.
Di India, samosa diperkenalkan oleh para juru masak dari Timur Tengah yang bermigrasi untuk bekerja pada masa Kesultanan Delhi. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi kudapan yang bahkan disajikan untuk kalangan kerajaan.
Ketika pengembara asal Maroko, Ibn Batuta, mengunjungi India pada abad ke-14, ia mencatat jamuan di istana Muhammad bin Tughlaq. Dalam jamuan tersebut, para tamu disuguhi "sambusak", yaitu pastry berbentuk segitiga yang berisi daging cincang, kacang polong, pistachio, dan kacang almond.
Sejak saat itu, terdapat banyak catatan sejarah mengenai masyarakat yang menikmati kudapan yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner tersebut.
Simak Video "Malam Penghargaan detiktimur Awards 2026"
(alk/alk)