Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai peringatan penting, termasuk tanggal 5 Juni. Beragam peringatan , baik di tingkat nasional maupun internasional mewarnai tanggal 5 Juni tahun ini.
Tema-tema peringatan tersebut pun beragam, dari momen bersejarah hingga kampanye global yang berkaitan dengan lingkungan, kelautan, hingga kehidupan sosial masyarakat. Salah satu yang cukup populer adalah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Selain itu, juga diperingati Hari Internasional untuk Melawan Penangkapan Ikan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur (IUU Fishing). Sementara di tingkat nasional ada peringatan Hari Balon Udara Panas di Amerika dan Hari Ucapan Terima Kasih atau Thank You Day yang dirayakan di Inggris Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasaran seperti apa cerita di balik masing-masing perayaan tersebut? Simak ulasan lengkapnya yang disadur dari laman National Today berikut ini!
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni sebagai momentum untuk mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan alam. Peringatan tersebut menjadi pengingat dampak serius kerusakan lingkungan, termasuk polusi udara yang diperkirakan menyebabkan jutaan kematian setiap tahun, terutama di kawasan Asia-Pasifik.
Tak hanya menjadi perayaan global, Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga menjadi wadah kampanye berbagai isu lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga perubahan iklim. Melalui peringatan ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif mengambil tindakan nyata demi menjaga bumi.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bermula pada tahun 1972. Ketika itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar konferensi pertama yang secara khusus membahas hubungan manusia dengan lingkungan.
Gagasan konferensi tersebut sebelumnya diajukan Swedia pada 1968 dan mendapat persetujuan PBB setahun kemudian. Konferensi tersebut akhirnya terlaksana setelah empat tahun persiapan dengan dipimpin diplomat Kanada Maurice Strong.
Melalui konferensi tersebut, para pemimpin dunia berkumpul untuk mencari solusi meningkatkan kesadaran global terhadap perlindungan lingkungan. Forum inilah yang kemudian melahirkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia lahir.
Berselang dua tahun setelah konferensi, peringatan perdana digelar dengan slogan "Only One Earth" atau "Hanya Satu Bumi". Sejak saat itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia berkembang menjadi gerakan global yang mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan.
Hari Internasional untuk Melawan Penangkapan Ikan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur
Masih bertema lingkungan, tanggal 5 Juni juga diperingati sebagai Hari Internasional untuk Melawan Penangkapan Ikan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur atau Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman praktik penangkapan ikan ilegal bagi ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Eksploitasi berlebihan, termasuk praktik IUU Fishing telah menyebabkan stok ikan dunia terus menurun dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kehidupan laut dan keanekaragaman hayati, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir serta keseimbangan iklim.
Upaya melawan praktik tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Pada 1995, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengadopsi kode etik perikanan yang bertujuan menjaga sumber daya perairan melalui pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kendati demikian, penangkapan ikan ilegal masih menjadi masalah besar hingga saat ini. Aktivitas ini diperkirakan menyebabkan hilangnya 11 hingga 26 juta ton ikan di seluruh dunia setiap tahunnya, dan jika dihitung, nilai ekonominya mencapai 10 hingga 23 miliar dolar AS.
Pada 2009, negara-negara anggota FAO menyepakati kebijakan untuk mencegah dan memberantas IUU Fishing melalui pengawasan negara pelabuhan. Kesepakatan tersebut mulai berlaku tujuh tahun kemudian dan diperkuat oleh agenda pembangunan berkelanjutan PBB pada tahun 2015.
Akhirnya, pada tahun 2017 Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Internasional untuk Melawan Penangkapan Ikan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur. Peringatan ini menjadi simbol komitmen global dalam mewujudkan praktik perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Hari Balon Udara Panas
Hari Balon Udara Panas diperingati setiap 5 Juni untuk mengenang sejarah salah satu bentuk penerbangan tertua di dunia. Peringatan tersebut sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi balon udara kepada masyarakat.
Balon udara identik dengan wisata udara modern, namun tak banyak yang tahu bahwa konsep balon yang terbang sebenarnya telah dikenal sejak zaman Tiongkok kuno. Pada masa itu, lampion udara digunakan untuk keperluan budaya sekaligus sebagai alat komunikasi dan sinyal militer.
Pada tahun 1783, dua bersaudara asal Prancis, Joseph-Michel dan Jacques-Γtienne Montgolfier, berhasil menerbangkan balon udara panas untuk pertama kalinya. Dalam demonstrasi yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, balon udara yang diterbangkan membawa hewan sebagai penumpang.
Beberapa bulan berselang, Jean FranΓ§ois Pilatre de Rozier mencatat sejarah sebagai manusia pertama yang terbang menggunakan balon udara panas. Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan dunia penerbangan.
Inovasi terus berlanjut hingga pada 1950-an, Paul Edward Yost mengembangkan balon udara panas modern dengan sistem pembakar propana. Teknologi ini memungkinkan penerbangan berlangsung lebih lama dan lebih stabil dibandingkan generasi sebelumnya.
Saat ini, balon udara panas lebih banyak dimanfaatkan untuk rekreasi dan wisata. Desain balon udara pun juga semakin beragam dengan bentuk, warna, dan ukuran yang menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri di berbagai festival udara dunia.
Hari Ucapan Terima Kasih
Masyarakat di Inggris Raya merayakan tanggal 5 Juni sebagai Hari Ucapan Terima Kasih atau Thank You Day. Peringatan tersebut pertama kali digelar pada 2021 sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang membantu masyarakat selama pandemi COVID-19.
Hari Ucapan Terima Kasih diciptakan untuk menghormati tenaga kesehatan, sukarelawan, pekerja sosial, staf pemerintah daerah, organisasi amal, petugas kebersihan, hingga pemuka agama yang berkontribusi besar di tengah masa krisis. Mereka semua dinilai berperan penting menjaga kehidupan masyarakat tetap berjalan selama pandemi.
Peringatan Hari Terima Kasih digagas oleh Together Coalition, organisasi nirlaba yang ingin memperkuat solidaritas sosial setelah masa lockdown. Gerakan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, termasuk perawat May Parson yang memberikan vaksin COVID-19 pertama di Inggris.
Kampanye tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris. Tak sampai di situ, sejumlah tokoh publik hingga selebritas juga berpartisipasi untuk mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada para pekerja garis depan dan relawan komunitas.
Hari Ucapan Terima Kasih biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan sederhana di lingkungan sekitar, seperti pesta barbekyu, piknik bersama, hingga acara minum teh bertema tartan yang melibatkan warga setempat.
Peringatan Hari Terima Kasih ini bukan hanya perayaan seremonial semata, tapi menjadi simbol penghargaan terhadap semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Thank You Day mengingatkan masyarakat pentingnya mengapresiasi kontribusi orang-orang yang bekerja di balik layar demi membantu sesama.
Nah detikers, itulah daftar peringatan penting dan menarik yang dirayakan pada tanggal 5 Juni. Semoga menambah wawasan!
(urw/urw)











































