Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memaknai perjalanan hidup melalui terang iman. Renungan dapat menjadi bahan refleksi untuk mengawali aktivitas sekaligus membantu umat menata hati dalam menjalani berbagai hal yang terjadi setiap hari.
Pada Selasa, 1 September 2026, umat Katolik dapat kembali menyimak renungan harian yang dilengkapi dengan bacaan Kitab Suci. Melalui bacaan dan permenungan tersebut, umat diajak untuk semakin memahami pesan Tuhan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, bagi detikers yang ingin membaca renungan harian lengkap Selasa, 1 September 2026. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 1 September 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: 1 Kor 2:10b-16
Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
Bacaan Injil: Luk 4:31-37
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar."
Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Renungan Hari Ini 1 September 2026: Tidak Ada yang Ditinggalkan
Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm. 145:9)
Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana seseorang hidup dengan sakit kanker yang sudah menyebar ke beberapa organ tubuh? Tidak hanya itu, beliau hidup sendiri karena istri telah meninggal dan sudah pensiun, hanya berharap pada pekerjaan sebagai agen properti.
Anak tunggalnya nun jauh bekerja di luar kota. Artinya hidup sendiri, menjalani sakit yang berat dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.
Seperti yang dituliskan pada bacaan pertama bahwa "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan..." (1Kor. 2:16). Ya, sungguh luar biasa-dengan kondisi seperti itu, sahabat saya ini terus saja mendapat rezeki dengan 'closing penjualan/sewa rumah/ruko'.
Di tengah persiapan operasi, jari-jari tangannya terus bergerak menghubungi calon-calon pembeli/penyewa melalui text message WhatsApp. Karena sakitnya itu beliau juga susah berjalan, tetapi Tuhan selalu siapkan malaikat untuk mengantarkannya berobat ke rumah sakit.
Entah itu tetangga, entah itu teman Gereja, bahkan terkadang ART dari saudaranya menemaninya ke rumah sakit. Kebaikan Tuhan dan rahmat-Nya yang luar biasa, seperti tertulis pada Mazmur 145:9 sungguh nyata.
Ketika berobat ke rumah sakit non-BPJS dengan kondisi kritis luka jahitan paska operasi menganga lebar; diperlukan penanganan serius, ternyata dokter yang tidak dikenal memberikan biaya gratis, bahkan sampai luka itu sembuh total. Padahal diperlukan beberapa kali bolak-balik ke dokter itu.
Semua hal yang dialami sahabat ini, mencelikkan banyak mata batin orang-orang di sekitarnya. Ya, mereka merasakan bagaimana Allah itu selalu setia, selalu ada untuk siapa saja, Allah yang tidak pernah meninggalkan kita.
Hal ini menjadi refleksi bagi kita semua yang sungguh meneguhkan dan menyemangati banyak orang. Sungguh, Tuhan memakai sahabat saya ini menjadi alat-Nya.
Kita tidak pernah bisa menyelami pikiran Allah. Dalam bacaan Injil, Yesus menghardik setan agar keluar dari tubuh seseorang yang kerasukan setan di Bait Allah.
Tidak dituliskan siapa orang ini, hal ini sungguh menunjukkan bahwa rahmat-Nya diberikan kepada semua orang tanpa pandang bulu. Tiada seorang pun ditinggalkan!
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Ruth Solaiman
Doa
Tuhan Yesus, ajar kami untuk mampu menerima semua peristiwa hidup kami.
Celikkan mata batin kami untuk melihat, bahwa Engkau memakai setiap dinamika hidup kami untuk kebaikan bagi diri kami maupun orang lain.
Bantulah kami keluar dari ketakutan dari hal-hal yang sedang kami hadapi. Tuhan, kami sungguh bersyukur, kami diingatkan bahwa Engkau selalu memberikan rahmat-Mu kepada siapa saja, melalui hal-hal yang tidak bisa kami pahami. Kami bersyukur, kami tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Mu. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Selasa, 1 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!
