Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu mengungkap pipa bocor yang memicu semburan api di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga akibat gempa berkekuatan magnitude (M) 6,7 beberapa waktu lalu. Rumah yang rusak akibat semburan air bertekanan tinggi tersebut kini bertambah menjadi 4 unit.
"Penyebabnya diduga terjadinya kebocoran dampak dari gempa bumi 6,7 M tanggal 16 Juni 2026 lalu. Sehingga menyebabkan sambungan pipa mengalami pergerakan," kata Kepala BWS Sulawesi III Palu, Medya Ramdhan kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).
Pihak BWS juga telah berkomunikasi dengan warga terkait kerusakan rumah. Kendati begitu, pihaknya belum merinci tingkat kerusakan rumah akibat semburan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait dengan kerusakan rumah sudah kami komunikasikan dengan warga dan akan segera kami tindaklanjuti. Ada empat rumah," ujarnya.
Medya mengatakan kondisi saat ini telah aman. Pihaknya untuk sementara menutup aliran air pada intake atau titik pengambilan air dari sumber utama.
"Saat ini air sudah aman, karena aliran air untuk sementara sudah ditutup di intakenya, sambil menunggu perbaikan nanti akan dibuka kembali," jelasnya.
BWS Sulawesi III Palu juga akan segera memperbaiki pipa yang mengalami kebocoran. Namun, perbaikan masih menunggu suku cadang yang harus didatangkan dari Jakarta.
"Dalam waktu dekat perbaikan akan segera dikerjakan sambil menunggu spare part yang harus kami datangkan dari Jakarta," katanya.
Diketahui, pipa utama jaringan air Pasigala mengalami kebocoran di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (28/8) sore. Peristiwa ini viral di media sosial.
"Iya benar (pipa utama jaringan air Pasigala). Kami sudah koordinasikan dengan pihak terkait," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Sigi, Edy Dwi Saputro kepada wartawan.
Dalam video beredar, titik semburan air berada di sekitar sungai. Semburan air bertekanan tinggi itu keluar dari titik kebocoran hingga ke kawasan pinggir jalan dan mengenai rumah warga.
