Sebanyak 2.866 menyandang gelar sarjana hingga Strata 3 (S3) Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode II Tahun 2026. Rektor UMI Hambali Thalib menekankan lulusan mahasiswa menjadi penuntas masalah dalam kehidupan sosial masyarakat.
Prosesi wisuda itu digelar di Hotel Claro Jalan A.P Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (28/8/2026). Ini merupakan hari kedua prosesi wisuda dengan jumlah sebanyak 1.292 wisudawan.
"Para wisudawan dan wisudawati yang hari ini insyaallah akan diwisuda sebanyak 1.292 orang," ujar Hambali Thalib saat sambutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hambali mengatakan UMI telah mengukuhkan 1.574 wisudawan pada hari pertama wisuda, Kamis (27/8). Dia pun mengingatkan wisudawan untuk menanggalkan pencapaian ini dengan refleksi kembali ilmu yang sudah diperoleh saat belajar di kampus.
"Kemarin kita telah wisudakan 1.574 wisudawan dan beliau telah meninggalkan ruangan ini dengan satu pertanyaan. Siapa yang merasakan manfaatnya ilmu yang selama ini. Hari ini pertanyaan itu saya teruskan kepada saudara. Tetapi saya akan tambahkan masalah apa yang bisa saya bantu," jelasnya.
Hambali menekankan agar ribuan wisudawan menjadi penuntas masalah. Lulusan UMI harus ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan ditengah masyarakat.
"Oleh karena itu identitas ingin kita titipkan kepada seluruh wisudawan yang jumlahnya 2.866 dalam 2 hari ini yaitu sarjana sebagai jalan keluar," katanya.
"Pesannya sangat jelas bahwa perubahan membutuhkan manusia yang mau bergerak dan mau membantu. Oleh karena itu jangan hanya mampu menjelaskan masalah tapi mari kita sama-sama ikut menyelesaikan masalah," ujarnya.
Dia menegaskan langkah transformasi yang digaungkan UMI tidak boleh berhenti hanya kepada mahasiswa. Kampus harus terus melakukan pembenahan dan saat ini upaya tersebut telah dibuktikan.
"UMI juga sedang berusaha melakukan pembenahan, kita tidak boleh hanya meminta mahasiswa berubah. Universitas juga harus berubah dan hari ini UMI memiliki 71 program studi," tegasnya.
