Desil 6-10 Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Cara Ceknya

Desil 6-10 Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Cara Ceknya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 23 Agu 2026 20:00 WIB
DTSEN Jadi Rujukan Bersama, BPS Jelaskan Arti Desil
Foto: Ilustrasi. (Istimewa)
Makassar -

Belakangan ini status desil ramai menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, banyak yang terdaftar pada desil 6-10 tapi merasa keadaan ekonominya tidak sesuai dengan penetapan desil tersebut.

Lantas, apa sebenarnya arti desil 6-10?

Secara sederhana, desil menunjukkan posisi suatu keluarga dalam kelompok kesejahteraan berdasarkan data sosial dan ekonomi. Namun, angka desil tidak secara langsung menunjukkan jumlah penghasilan atau menentukan seseorang pasti menerima maupun tidak menerima bantuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lebih memahaminya, berikut detikSulsel merangkum penjelasan mengenai arti desil 6-10, fungsi, hingga cara mengecek statusnya. Simak selengkapnya!

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil merupakan salah satu informasi penting dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Istilah ini digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.

ADVERTISEMENT

Keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan, pekerjaan, daya listrik, atau kepemilikan aset tertentu. Pemerintah turut mempertimbangkan berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga secara bersama-sama, seperti kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, daya dan konsumsi listrik, pendidikan, kesehatan, disabilitas, serta komposisi keluarga.[1]

Apa Fungsi Desil?

Desil berfungsi sebagai alat pemeringkatan yang membantu pemerintah mengelompokkan masyarakat berdasarkan posisi kesejahteraan relatifnya. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sasaran atau prioritas berbagai program.

Namun, perlu dipahami bahwa desil bukan berarti daftar penerima suatu bantuan atau program tertentu. Penggunaannya tetap disesuaikan dengan tujuan, kriteria, dan ketentuan dari masing-masing program.[1]

Arti Desil 6-10

Desil 6-10 menunjukkan keluarga yang berada pada posisi 60 persen hingga 100 persen dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif. Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula posisi relatif keluarga tersebut dibandingkan keluarga lain dalam pemeringkatan DTSEN.[1]

Berikut rincian arti dari desil 6-10 agar lebih mudah dipahami:

  • Desil 6: Kelompok menengah
  • Desil 7: Kelompok menengah atas
  • Desil 8: Kelompok mapan
  • Desil 9: Kelompok kaya
  • Desil 10: Kelompok sangat kaya[2]

Masyarakat yang berada pada desil 6-10 tidak termasuk dalam prioritas penerima bantuan sosial. Hal ini lantaran kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih umumnya dianggap sudah mampu.

Namun, angka desil bukan ukuran nominal pendapatan, pengeluaran, atau kekayaan keluarga. Keluarga yang berada dalam desil yang sama juga tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.[1]

Arti Desil 5

Desil 5 menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif menengah bawah.[2] Kondisi ekonominya cenderung lebih stabil dibandingkan kelompok desil di bawahnya, tetapi masih memiliki kerentanan secara ekonomi.[3]

Masyarakat yang berada dalam desil 5 masih dapat menerima bantuan sosial tertentu. Namun, pemberiannya bersifat terbatas dan selektif sesuai hasil asesmen serta kriteria yang ditetapkan dalam masing-masing program.[4]

Arti Desil 1-4

Desil 1 hingga 4 merupakan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah dalam pemeringkatan desil. Secara umum, desil 1 termasuk kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 2, 3, dan 4 masing-masing berada pada kelompok miskin, hampir miskin, dan rentan miskin.

Berikut rinciannya:

  • Desil 1: Kelompok sangat miskin atau 10% termiskin.
  • Desil 2: Kelompok miskin.
  • Desil 3: Kelompok hampir miskin.
  • Desil 4: Kelompok rentan miskin.[2]

Kelompok desil 1 hingga 4 ini menjadi prioritas utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial, sesuai dengan kriteria masing-masing program. Beberapa di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), dan program bansos lainnya.[4]

Cara Cek Desil Secara Online

Status desil bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan kondisi ekonomi suatu keluarga. Untuk menjaga keakuratannya, pemerintah rutin melakukan pemutakhiran data secara berkala.

Perubahan kondisi ekonomi, baik membaik maupun menurun, bisa memindahkan status seseorang dari satu desil ke desil lainnya. Untuk mengetahui posisi desil saat ini, detikers bisa melakukan pengecekan secara mandiri melalui kanal resmi pemerintah di bawah ini:

1. Cek Desil di Laman DTSEN

  • Kunjungi laman resmi DTSEN Form BPS melalui dtsen-form.bps.go.id;
  • Pilih menu "Lainnya";
  • Masukkan NIK sesuai yang tertera pada KTP;
  • Ketikkan kode dengan benar;
  • Klik "Cek Desil";
  • Isi tanggal lahir;
  • Masukkan lagi kode yang tertera di layar;
  • Tekan tombol "Cek Data";
  • Laman akan menampilkan informasi mengenai desil yang tercatat.

2. Cek Desil di Website Resmi 'Cek Bansos' Kemensos

  • Kunjungi portal resmi Cek Bansos di cekbansos.kemensos.go.id;
  • Masukkan 16 digit NIK;
  • Ketik kembali huruf kode sesuai yang muncul di layar;
  • Klik "Cari Data";
  • Informasi mengenai nama, desil, dan status penerima bansos akan muncul di layar.

3. Cek Desil di 'Cek Bansos' Kemensos

  • Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos melalui Play Store atau App Store;
  • Buka aplikasi 'Cek Bansos' di HP;
  • Masukkan NIK sesuai yang tertera pada KTP;
  • Klik "Cari Data";
  • Tunggu hingga hasil pencarian muncul;
  • Aplikasi akan menampilkan data kepesertaan detikers, mulai dari nama, kelompok desil, hingga status penerima bansos.

Cara Menurunkan Desil

Tidak sedikit masyarakat yang mendapati dirinya terdaftar di Desil 6-10, padahal merasa kondisi ekonomi sebenarnya jauh dari kata mampu. Lantas, apakah status desil ini bisa diubah?

Jawabannya, bisa. detikers dapat mengajukan pembaruan data jika kondisi sosial ekonomi di lapangan tidak sesuai dengan data sistem. Pengajuan ini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun secara offline melalui Kantor Desa/Kelurahan atau Dinas Sosial setempat.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengajukan pemutakhiran data desil:

Cara Ubah Desil di Aplikasi 'Cek Bansos'

  • Buka aplikasi 'Cek Bansos';
  • Login menggunakan username/NIK dan kata sandi;
  • Pilih menu "Usulan" pada halaman utama;
  • Isi data dan jawab pertanyaan yang diminta dengan jujur sesuai kondisi;
  • Kirim pengajuan;
  • Petugas pendamping sosial setempat akan melakukan verifikasi;
  • Perkembangan atau status usulan dapat dicek secara berkala melalui menu "Daftar Usulan" di aplikasi.

2. Cara Ubah Desil di Kantor Desa/Kelurahan atau Dinsos

  • Datang ke kantor desa/kelurahan atau kantor Dinsos setempat;
  • Sampaikan permohonan untuk pembaruan desil pada DTSEN;
  • Petugas akan melakukan pendataan dan survei langsung ke rumah;
  • Hasil survei akan dibahas melalui proses musyawarah desa/kelurahan;
  • Data kemudian diteruskan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk proses pemeringkatan ulang.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Desil 1-6, mulai dari arti, cara cek status, hingga panduan menurunkan desil. Semoga bermanfaat!

Referensi:

1. Laman Badan Pusat Statistik (BPS)
2. Website resmi Desa Morowudi, Kabupaten Gresik.
3. Laman Dinas Sosial Kota Bekasi
4. Laman Pemerintah Desa Tepus, Kabupaten Gunung Kidul



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads