Seorang pemulung berinisial IS (40) diamuk massa usai kepergok mencuri tenda di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pelaku sampai berulang kali meminta maaf saat diamuk massa.
"Terduga pelaku IS sempat menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya diamankan," ujar Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Peristiwa itu terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Jumat (21/8/2026) malam. Pelaku IS terlibat pencurian bersama rekannya, SA (28) yang merupakan buruh bangunan.
Dari hasil pemeriksaan, pencurian terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu IS mengambil sebuah tenda kerucut yang tersimpan di garasi milik warga.
"IS berjalan kaki dan kesulitan membawa tenda tersebut. Dia kemudian menyembunyikannya di semak-semak yang tidak jauh dari lokasi," tuturnya.
Sekitar satu jam kemudian, IS kembali bersama SA menggunakan sepeda motor untuk mengambil tenda. Saat keduanya hendak meninggalkan lokasi, warga mengadang mereka.
"Sementara SA masih berada di lokasi dan disebut tidak mengalami penganiayaan," terang Kasim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IS babak belur diamuk warga sebelum diamankan Babinsa Kelurahan Donggala Kodi. Polisi pun tiba ke lokasi untuk mengamankan IS dan SA.
"Keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Palu Selatan bersama barang bukti berupa satu unit tenda kerucut," jelasnya.
Dari video beredar di media sosial, tampak sejumlah warga memukul terduga pelaku yang melindungi kepalanya. Pelaku yang mengenakan baju warga hitam terdengar meminta maaf.
Dia terlihat pasrah hingga terdengar meminta dirinya agar dibunuh. Kendati begitu, pelaku tetap diamuk massa meski berusaha memberikan penjelasan.
