Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengirimkan relawan tim medis dan obat-obatan untuk membantu korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, UMI juga menggalang donasi untuk membantu meringankan beban para korban gempa NTT.
Rektor UMI Prof Hambali Thalib memimpin pelepasan tim relawan di Menara UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (20/8/2026). Pelepasan tim relawan itu ditandai dengan pemakaian rompi.
"Baru saja kita saksikan pelepasan tim relawan medis bencana yang ada di NTT, membawa atas nama UMI," ujar Hambali kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan tim yang diberangkatkan terdiri dari dokter dan media center UMI. Misi kemanusiaan ini menunjukkan UMI sebagai perguruan tinggi yang juga turut andil membantu masyarakat korban bencana alam.
"Tim ini terdiri dari gabungan, ada dari media (center UMI), relawan medis para dokter dan tim lain yang ada dalam rangka turut berpartisipasi membantu masyarakat sebagai bagian dari pengabdian misi UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah," jelasnya.
Hambali menuturkan tim relawan UMI akan dikirim secara bertahap ke NTT, dan kloter pertama berjumlah lima orang. Adapun pada kloter berikutnya dipimpin oleh Wakil Rektor II UMI Prof Zakir Sabara.
"Tadi itu tentatif kurang lebih satu minggu, tim ini juga nanti akan dikoordinir langsung oleh pimpinan universitas dalam hal ini Wakil Rektor II Prof Zakir Sabara namun tidak bersamaan karena ada agenda lain. Artinya tim ini langkah awal akan menyusul lagi tim-tim lain," bebernya.
Tim relawan yang diberangkatkan juga membawa obat-obatan yang dibutuhkan para korban. Hambali mencatat hingga saat ini pihaknya masih tetap mengupayakan kebutuhan masyarakat terdampak.
"Harapan kita bahwa tim ini paling tidak mampu berkoordinasi dengan jajaran pimpinan setempat, tim relawan lain dan masyarakat. Sehingga beban masyarakat yang tertimpa paling tidak bisa merasakan kehadiran UMI sebagai bagian pengabdian masyarakat perguruan tinggi," ujarnya.
Ketua Tim Relawan UMI dr. Berry Erida Hasbi mengatakan misi kemanusiaan ini juga kolaborasi UMI dengan Association of Medical Doctor of ASIA (AMDA). Dia mengatakan tim UMI akan bergabung dengan tim-tim medis yang sudah ada di NTT.
"Insyaallah pada hari ini kami tim dari UMI dan AMDA akan berangkat ke bencana Flores. Insyaallah setibanya kami disana akan koordinasi dengan pihak setempat kemudian lakukan cek tempat melakukan cek lokasi," katanya.
Sementara Relawan Medis UMI dr. Muhammad Irsan Menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan kampus dan AMDA. Menurutnya, misi kemanusiaan ke NTT merupakan kerja pengabdian.
"Luar biasa ya support dari UMI Pak Rektor dan ketua Yayasan dan AMDA. Jadi kegiatan ini tidak hanya diinisiasi oleh UMI tapi merupakan kolaborasi internasional dengan AMDA untuk memberikan dampak kepada masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, open donasi yang dilakukan UMI sudah berjalan. Adapun bantuan berupa obat-obatan hingga alat kesehatan (alkes) akan diterjunkan bersamaan dengan tim relawan.
"Alhamdulillah kita sudah ada open donasi di fakultas maupun universitas. Saat ini di kami ada bantuan dari fakultas dan relawan dan AMDA kita gunakan untuk akomodasi, obat dan alkes," pungkasnya.
5 Tim Relawan UMI ke NTT:
- dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B (Ketua Tim)
- dr. Muhammad Irsan Muflih Mundzir, M.Kes,
- Muhammad Zhafran Tharif Abdurrahman,
- M. Altaf Fayyaz, dan
- Asrul Idris, ST (Humas UMI).
