Walkot Makassar Bicara soal Direksi Benahi Pelayanan PDAM: Itu Nyata

Walkot Makassar Bicara soal Direksi Benahi Pelayanan PDAM: Itu Nyata

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 19 Agu 2026 09:45 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Appi Arifuddin meninjau aliran air PDAM di dapur rumah warga.
Foto: Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin meninjau aliran air PDAM di dapur rumah warga. (dok. istimewa)
Makassar -

Wali Kota (Walkot) Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin berbicara soal upaya pembenahan pelayanan yang selama ini dilakukan oleh jajaran Direksi PDAM Makassar. Dia mengaku telah mengecek kebenaran dari informasi tersebut.

"Saya turun langsung memastikan apa yang saya lihat di berita maupun media sosial. Apa benar turun untuk diperbaiki? Apa benar sambungan yang selama ini tidak pernah mengalir sudah mengalir? Alhamdulillah, lebih dari 90 persen yang saya datangi itu nyata di depan mata saya," kata Appi saat Gathering Pegawai di Pantai Indah Bosowa Makassar pada pekan lalu.

Appi menilai hasil tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melakukan pembenahan yang lebih besar. Namun dia menekankan kemajuan itu hanya dapat dipertahankan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama untuk membesarkan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan ini membutuhkan dedikasi kita. Perusahaan ini sudah terlalu lama menjadi tempat kita bersandar untuk keluarga. Sekarang saatnya kita memberikan dedikasi kepada perusahaan, sehingga perusahaan ini bisa menjadi sandaran kita dan masa depan kita," ujarnya.

Appi mengatakan dedikasi dan integritas menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun perusahaan. Ia meminta persoalan internal tidak menjadi penghambat bagi pegawai yang ingin bekerja secara serius dan profesional.

ADVERTISEMENT

"Jangan kita pelihara faksi-faksi. Faksi-faksi inilah yang meruntuhkan profesionalitas kita bekerja. Saya berharap yang terbangun di Perumda Air Minum adalah komitmen kekeluargaan yang profesional," katanya.

Munafri kemudian mengajak seluruh pegawai mengubah cara pandang dalam membicarakan masa depan perusahaan. Ia meminta pegawai tidak lagi terjebak pada pembicaraan mengenai individu, tetapi mulai membangun gagasan yang lebih besar mengenai bagaimana perusahaan dapat tumbuh dan berkembang.

"Perusahaan akan besar kalau kita bercerita tentang gagasan besar, harapan besar, cita-cita besar, serta komitmen besar untuk membesarkan perusahaan," ujarnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads