Renungan Harian Katolik Selasa 18 Agustus 2026: Apakah yang Akan Kami Peroleh

Renungan Harian Katolik Selasa 18 Agustus 2026: Apakah yang Akan Kami Peroleh

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 18 Agu 2026 08:01 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Selasa, 18 Agustus 2026 mengajak umat untuk merenungkan makna mengikuti Yesus dengan tulus. Dalam kehidupan beriman, setiap pengorbanan dan kesetiaan kepada Tuhan memiliki makna yang tidak selalu dapat diukur dengan keuntungan duniawi.

Tema Renungan Harian Katolik hari ini adalah "Apakah yang Akan Kami Peroleh". Tema tersebut mengingatkan umat agar tidak menjadikan iman dan pelayanan kepada Tuhan semata-mata sebagai jalan untuk mendapatkan imbalan, melainkan sebagai wujud kasih dan kepercayaan kepada-Nya.

Melalui bacaan Injil hari ini, umat diajak melihat kembali motivasi dalam mengikuti Yesus. Tuhan menghendaki umat-Nya untuk tetap setia, rela berkorban, dan percaya bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ketulusan tidak akan sia-sia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 18 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 28:1-10

Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:

ADVERTISEMENT

"Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.

Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.

Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu.

Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.

Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah

maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan.

Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan.

Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah.

Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-27ab.27cd-28.30.35cd-36ab

Seharusnya Aku berfirman: Aku meniupkan mereka, melenyapkan ingatan kepada mereka dari antara manusia,

tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti, jangan-jangan mereka berkata: Tangan kami jaya, bukanlah TUHAN yang melakukan semuanya ini.

tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti, jangan-jangan mereka berkata: Tangan kami jaya, bukanlah TUHAN yang melakukan semuanya ini.

Sebab mereka itu suatu bangsa yang tidak punya pertimbangan, dan tidak ada pengertian pada mereka.

Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!

Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.

Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya; apabila dilihat-Nya, bahwa kekuatan mereka sudah lenyap, dan baik hamba maupun orang merdeka sudah tiada.

Bacaan Injil: Mat 19:23-30

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Renungan Hari Ini 18 Agustus 2026: Apakah yang Akan Kami Peroleh?

Lalu Petrus berkata kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau. Jadi, apakah yang akan kami peroleh?" (Mat.19:27)

Suatu hari anak saya memerlukan suatu benda untuk tugas sekolahnya, maka saya menggunakan kendaraan pergi ke suatu toko untuk membeli benda itu. Setelah membeli benda itu, saya masuk ke kendaraan dan pergi kembali ke rumah. Saat akan meninggalkan tempat parkir, seorang tukang parkir datang menghampiri.

Saya merasa aneh, karena sebelumnya saat akan memarkirkan kendaraan dan setelah parkir, saya tidak melihat ada seorang tukang parkir. Wajahnya menunjukkan mengharap sesuatu.

Sesudah Yesus berkata bahwa sukar seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga dan lebih mudah seekor unta melewati 'lubang jarum'; Petrus bertanya kepada Yesus, "Apakah yang akan kami peroleh?"

Pertanyaan Petrus mewakili dirinya dan murid-murid yang lain serta orang-orang pada masa kini. Pertanyaan lumrah di mata dunia, yang segala sesuatu diukur dan dihitung sehingga bersifat transaksional.

Namun jawaban Yesus luar biasa. Pada waktu penciptaan kembali, saat Anak Manusia yaitu Yesus sendiri bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, maka para murid yang telah mengikut-Nya dan meninggalkan segalanya, akan duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel, menerima kembali seratus kali lipat apa yang ditinggalkannya dan memperoleh hidup kekal.

Mengikut Yesus berarti berani melepaskan segalanya dan dengan sepenuh hati dan tulus meneladani Kristus. Menyangkal diri dengan meninggalkan cara hidup lama, memikul salib, meneladani karya hidup-Nya dan menjalankan firman-Nya.

Bila hanya mengandalkan kemampuan dan pengetahuan diri sendiri, maka mengikut Yesus itu adalah tidak mungkin, sehingga perlu berharap dan mengandalkan Allah. Kata-kata Yesus memperjelas itu, "Bagi manusia hal ini tidak mungkin tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Untuk itu harus meninggalkan cara berelasi yang bersifat transaksional dan membangun relasi yang intim dengan Kristus setiap hari. Tukang parkir itu walau hadir hanya pada saat akhir, perlu juga mendapat upahnya, sehingga saya memberikannya dengan tulus tanpa menghitung-hitung.

Demikian juga dengan siapa saja yang mau mengikut Yesus dengan sepenuh hati, pasti mendapat upahnya. Bahkan yang terakhir mengikut Yesus dapat menjadi yang pertama seperti kata Yesus, "Banyak orang yang pertama akan menjadi terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama."

Mari mengikut Yesus!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Taruna Lala

Doa Penutup

Terpujilah nama-Mu ya Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus untuk selama-lamanya. Kami sering kali bertemu persoalan yang begitu kompleks dan sukar diselesaikan, sehingga kami putus asa dan berteriak minta tolong kepada-Mu. Kuatkanlah kami agar tetap berharap dan mengandalkan-Mu dengan mengikut Yesus Putra-Mu, karena bagi-Mu segala sesuatu mungkin. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Selasa, 18 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads