Renungan Katolik Minggu 16 Agustus 2026 Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga

Renungan Katolik Minggu 16 Agustus 2026 Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 05:31 WIB
Prosesi laut Bunda Maria Assumpta Nusantara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat  (14/8/2026). (Foto: Ambrosius Ardin/detikBali)
Ilustrasi renungan harian Katolik. (Foto: Ambrosius Ardin/detikBali)
Makassar -

Hari Minggu, 16 Agustus 2026, umat Katolik memperingati Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengenang Maria sebagai sosok yang setia menjalani kehendak Allah dengan iman dan kerendahan hati.

Dalam perjalanan hidupnya, Maria menunjukkan keteguhan hati untuk menerima dan menjalankan rencana Tuhan, bahkan ketika harus menghadapi berbagai tantangan. Teladan tersebut mengajak umat untuk semakin percaya kepada penyertaan Allah dan tetap setia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Renungan Katolik Minggu 16 Agustus 2026 dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat kembali bagaimana iman diwujudkan melalui ketaatan, pengharapan, dan kasih. Berikut renungan selengkapnya untuk menemani umat dalam menghayati Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 16 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

ADVERTISEMENT

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Mazmur Tanggapan: Mzm 45:10c-12,16

Mazmur Tanggapan Minggu, 16 Agustus 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 16 Agustus 2026 Foto: dok. Buku Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya.
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa; mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan II: Kor. 15:20-26

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu, 16 Agustus 2026Bait Pengantar Injil Minggu, 16 Agustus 2026 Foto: dok. Buku Misa

Ayat (oleh solis):

Maria diangkat ke surge para malaikat bersukacita.

Bacaan Injil: Luk 1:39-56

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan Hari Minggu 16 Agustus 2026: Perjumpaan yang Membawa Pengharapan

"Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus" (Luk. 1:41)

Tahun lalu, saya menjadi saksi indahnya dua perayaan Reuni 'Rubi'. Dalam temu kangen tersebut dipenuhi tawa canda dan cerita masa lalu.

Setiap senyum dan tawa yang hadir pada malam itu memancarkan suasana kegembiraan yang lepas. Jika pertemuan antar sahabat saja bisa membawa sukacita sebesar itu, dapat dibayangkan betapa dahsyatnya dampak yang terjadi ketika dua jiwa yang dipenuhi Roh Kudus saling berjumpa. Itulah yang terjadi pada Maria dan Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet penuh dengan Roh Kudus. Maria dan Elisabet mempunyai pengalaman yang sama, yaitu menerima kabar dari malaikat Gabriel bahwa mereka akan mengandung.

Bedanya, Maria mengandung di usia yang masih belia dan belum menikah. Secara manusiawi, ada ketakutan akan penilaian masyarakat.

Elisabet mengandung pada hari tuanya, setelah bertahun-tahun hidup dalam stigma 'mandul' yang pada zaman itu dianggap sebagai aib. Baik Maria dan Elisabet menanggapi panggilan Tuhan dengan hati yang terbuka. Maria berkata: "Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Sedangkan Elisabet berkata: "Inilah yang Tuhan telah perbuat bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

Perjumpaan dengan Tuhan selalu memberi harapan baru, yaitu ada jawaban atas semua pergumulan yang dialami manusia. Namun, seringkali manusia berusaha menyelesaikan masalahnya dengan kekuatan sendiri. Akibatnya, masalahnya tidak kunjung selesai, malah menambah masalah baru.

Perjumpaan dengan Tuhan terjadi antara lain melalui doa pribadi, serta pada saat menerima tubuh dan darah Kristus dalam komuni. Perjumpaan yang intens akan membuat kita makin peka terhadap rencana dan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita.

Mari membuka hati untuk mengizinkan Tuhan menjumpai kita, dan membiarkan sukacita-Nya melimpah dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dimampukan Tuhan tetap dapat mengucap syukur dalam berbagai hidup, dan kita pun akan diubah menjadi berkat bagi sesama.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Alberta

Doa Penutup

Bapa dalam surga, kami rindu berjumpa dengan-Mu dalam setiap musim hidup kami, agar kami makin mengerti akan rencana dan kehendak-Mu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Minggu, 16 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads