Renungan Katolik Sabtu 15 Agustus 2026: Biar Anak-anak Datang Kepada-Ku

Renungan Katolik Sabtu 15 Agustus 2026: Biar Anak-anak Datang Kepada-Ku

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 15 Agu 2026 07:30 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan Katolik Sabtu 15 Agustus 2026 dapat menjadi bahan refleksi untuk menguatkan iman dan menata kembali kehidupan sehari-hari. Melalui renungan ini, umat diajak untuk memahami pesan Tuhan serta menerapkannya dalam setiap langkah kehidupan.

Renungan hari ini mengajak umat meluangkan waktu untuk merenungkan firman Tuhan dengan hati yang terbuka. Pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan, menjaga kasih kepada sesama, dan menjalani kehidupan dengan penuh kepercayaan.

Nah, bagi detikers yang ingin membaca renungan harian Katolik hari ini di bawah ini detikSulsel telah menyajikannya. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 15 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 18:1-10.13b.30-32

Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:

ADVERTISEMENT

"Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?

Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel.

Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran,

dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain,

tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang,

tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia,

hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia?ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu

memungut bunga uang dan mengambil riba, orang yang demikian tidak akan hidup. Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.

Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-13.14-15.18-19

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil: Mat. 19:13-15

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Renungan Harian Katolik 15 Agustus 2026: Biar Anak-anak Datang Kepada-Ku

Tetapi, Yesus berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, jangan halang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Surga." (Mat. 19:14)

Derr....derr.... suara roda mobil mainan terdengar berkali-kali digesekkan seorang anak balita di bangku depanku saat Misa berlangsung. Di saat lain terdengar tangisan batita yang merasa bosan karena diam tanpa aktivitas di bangku kayunya.

Begitu pula saat saya mengikuti Misa di paroki tetangga, beberapa anak kecil berseliweran di depan bangku bagian tengah gereja yang sedikit lebih lega, tempat prodiakon membagi komuni. Ada-ada saja yang dilakukan anak-anak selama Misa berlangsung.

Dulu, hal-hal seperti ini sangat menganggu bagiku. Namun, suatu saat, romo pernah berkotbah bahwa anak-anak itu masa depan Gereja kita.

Bayangkan, jika anak-anak dimarahi karena perbuatan yang kita anggap mengganggu saat kita beribadah. Berikutnya para orang tua akan segan membawa anak-anaknya ke gereja.

Anak-anak juga merasa tidak nyaman dengan hal itu. Bisa jadi, berikutnya orang tua akan meninggalkan anaknya di rumah bersama pembantu/suster.

Atau yang lebih parah, orang tua juga tidak lagi ke gereja karena tidak tega meninggalkan anak-anaknya di rumah. Apa yang akan terjadi dua puluh, tiga puluh tahun mendatang? Bisa jadi gereja akan kosong.

Anak-anak entah ada di mana dan orang-orang dewasa juga sudah menua, bahkan tiada. Anak-anak begitu tulus, rendah hati, dan mudah mengampuni.

Mereka tidak mempunyai apa-apa untuk diandalkan dan bergantung sepenuhnya kepada kasih sayang orang tuanya. Allah menginginkan manusia memiliki sifat demikian, bergantung sepenuhnya kepada kasih Allah agar bisa memperoleh Kerajaan Surga.

Paus Fransiskus memberi perhatian khusus kepada anak-anak sejak awal kepemimpinannya di tahun 2013.

Dalam berbagai audiensi, beliau membiarkan anak-anak naik ke atas panggung, memeluknya, bahkan diam saja di sampingnya selama beliau berbicara. Tidak jarang, anak-anak itu menjadi bagian dari momen-momen penting Vatikan, bukan sebagai simbol, tetapi sebagai subjek penuh.

Aku akhirnya menyadari, bahwa aku tidak boleh egois dalam beribadah. Anak-anak pun juga perlu dibiasakan untuk mengikuti Misa sejak dini.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Patricia Bing Y.

Doa Penutup

Bapa di surga, terima kasih kalau kami boleh merasakan kebersamaan dengan anak-anak yang menjadi masa depan Gereja selama Perayaan Ekaristi. Biarlah sejak dini, mereka boleh mengenal kasih-Mu yang selalu mengiringi setiap langkah hidupnya. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Sabtu, 15 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads