Renungan Harian Katolik Jumat 14 Agustus 2026: Perkawinan Terhalang Belis

Renungan Harian Katolik Jumat 14 Agustus 2026: Perkawinan Terhalang Belis

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 14 Agu 2026 08:01 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Jumat, 14 Agustus 2026 dapat menjadi bahan refleksi bagi umat Katolik untuk sejenak berhenti dari kesibukan dan melihat kembali perjalanan hidup bersama Tuhan. Melalui renungan, umat diajak untuk semakin memahami kehendak-Nya serta menemukan kekuatan dalam menjalani berbagai persoalan kehidupan.

Setiap hari menghadirkan pengalaman, tantangan, dan pilihan yang dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh dalam iman. Sabda Tuhan yang direnungkan dapat menjadi pedoman agar umat mampu menjalani kehidupan dengan hati yang lebih terbuka dan penuh kasih.

Nah, bagi detikers yang ingin membca renungan harian Katolik hari ini di bawah ini detikSulsel telah menyajikannya. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 14 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 16:1-15.60.63

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

ADVERTISEMENT

"Hai anak manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem perbuatan-perbuatannya yang keji

dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.

Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.

Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.

Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup

dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.

Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya.

Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi engkau dengan minyak.

Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera.

Dan Aku menghiasi engkau dengan perhiasan-perhiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu.

Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu.

Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu.

Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

"Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat.

Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal.

dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6

Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!

Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

Bacaan Injil: Mat 16:3-12

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"

Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"

Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Renungan Harian 14 Agustus 2026: Perkawinan Terhalang Belis

Murid-murid itu berkata kepada-Nya, "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan istri, lebih baik tidak kawin."

(Mat.19:10)

Perihal kawin, tidak kawin, dan cerai rupanya sudah menjadi bahan pembicaraan sejak zaman Musa. Di setiap zaman, manusia ingin mengetahui hukum Allah mengenai kawin, tidak kawin, dan cerai.

Keingintahuan ini tidak selalu dilandasi oleh keinginan menaati secara sungguh hukum Allah; namun juga karena alasan lain, yaitu ingin mencari celah untuk mengakali hukum Allah.

Sumba adalah pulau kecil dengan mayoritas penduduk beragama Kristen. Mereka memiliki adat mas kawin atau populer disebut belis.

Besarnya mas kawin ditetapkan oleh pihak paman dari calon pengantin perempuan, bukan oleh orang tuanya. Nilai mas kawinnya beragam, tergantung status sosial ekonomi keluarga serta tingkat pendidikan si perempuan.

Perempuan dari keluarga terpandang, dengan tingkat pendidikan sarjana bisa meminta belis sebanyak puluhan kuda, sapi, dan babi; yang jika dirupiahkan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Persoalan belis sering menjadi masalah pelik bagi pasangan yang hendak menikah di Sumba. Akibat hukum adat yang kaku ini, banyak pasangan hidup bersama tanpa melakukan perkawinan resmi secara adat maupun secara Gereja.

Di sisi lain, laki-laki yang memiliki kemampuan finansial baik, bisa memiliki lebih dari satu istri. Ada yang mengambil saudara istri pertamanya, ada yang mengambil hambanya (ya, di Sumba Timur masih ada sistem tuan dan hamba) sebagai istri-istri berikutnya. Ajaran Gereja dikalahkan oleh adat istiadat mereka.

Injil Mat.19:3-12 berbicara soal perkawinan. Niat sebenarnya orang Farisi adalah ingin membenturkan Yesus dengan ajaran Musa, sekaligus ingin mendapatkan persetujuan Yesus tentang perceraian.

Namun Yesus tidak terkecoh oleh tipu daya mereka. Tegas, Yesus mengatakan perkawinan hanya untuk satu laki-laki bersanding dengan satu perempuan, dan berlaku untuk selamanya. Hukum apa pun itu, termasuk hukum adat wajib tunduk pada apa yang Yesus katakan.

Mari kita renungkan, sering kali terjadi ketegangan antara ajaran Kristiani dengan budaya setempat. Kita senantiasa diajak untuk memilih. Beranikah kita memilih ajaran Yesus?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Wita

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang baik, kami mohon berilah kami kejernihan pikiran untuk bisa memahami ajaran-Mu yang benar, di antara adat istiadat yang kami terima sejak kecil. Berikan pula kami keberanian untuk tetap memilih ajaran-ajaran-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Jumat, 14 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads