Pria Buol Tewas Terjebak Kebakaran di Kebun Usai Bakar Lahan

Pria Buol Tewas Terjebak Kebakaran di Kebun Usai Bakar Lahan

Rangga Musabar - detikSulsel
Kamis, 13 Agu 2026 19:02 WIB
ilustrasi api, ilustrasi kebakaran
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova
Buol -

Seorang pria bernama Koloid Hamid di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat membakar lahan di kebunnya. Korban diduga pingsan sebelum akhirnya tubuhnya terbakar.

Insiden terjadi di Desa Samalanta, Kecamatan Momonu, Jumat (7/8) hingga belakangan viral di media sosial. Saat itu, korban berpamitan ke kebun bersama istrinya setelah melaksanakan salat Jumat.

"Setelah salat Jumat, beliau pamitan bersama istrinya ke kebun. Di area kebun itu beliau membakar lahan," ujar Camat Momonu, Syarifudin Tarakal kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi kemarau membuat api dengan cepat merambat hingga ke bagian kebun milik warga lain. Korban kemudian berusaha mengatasi api, namun justru terkepung.

"Karena musim kemarau, apinya merambat ke kebunnya orang lain. Dia bingung, akhirnya berusaha menyelamatkan, tetapi terkepung api. Akhirnya mungkin pingsan dan terbakar," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Korban baru ditemukan keluarganya pada Jumat malam. Saat itu, istri korban merasa heran karena suaminya belum juga pulang dari kebun hingga malam.

"Istrinya menyampaikan kepada anaknya, ini tidak biasanya bapakmu pulang sampai segini malam dari kebun. Baru mereka pergi mencari ke kebun," jelasnya.

Keluarga kemudian menemukan bekas kebakaran di area kebun. Di lokasi tersebut, korban ditemukan dalam kondisi telah terbakar.

Syarifudin menyebut api telah padam ketika keluarga datang mencari korban. Tidak ada pihak yang melakukan pemadaman karena api disebut padam dengan sendirinya setelah lahan terbakar.

"Lahan yang terbakar cuma satu kebun. Hanya saja apinya merambat sampai batas kebun orang lain," katanya.

Pasca kejadian, pemerintah kecamatan dan desa melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kemudian memberikan bantuan kepada keluarga korban.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads